Minggu, 31 Mei 2026

Liga Italia

Kualitas Alessandro Bastoni di Inter Milan, Idolai Sergio Ramos, Pujian Mancini, Polesan Bonaccorso

Peran Vital Alessandro Bastoni di Inter Milan, gabungan Chiellini-Bonucci, Pujian Roberto Mancini dan Polesan Stefano Bonaccorso

Tayang:
Penulis: Gigih
MIGUEL MEDINA / AFP
Pemain depan Real Madrid Prancis Karim Benzema (kiri) bereaksi di sebelah bek Inter Milan Italia Alessandro Bastoni selama pertandingan sepak bola Grup D Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Real Madrid pada 15 September 2021 di stadion San Siro di Milan. 

TRIBUNNEWS.COM - Real Madrid benar-benar kesulitan melawan Inter Milan di pekan pembuka Liga Champions.

Bermacam cara mereka lakukan untuk menembus pertahanan tuan rumah yang tampil disiplin pada pertandingan ini.

Karim Benzema nihil peluang, dijaga ketat oleh pemain bernomor punggung 95 yang sangat konsisten.

Dan identitas 95 sangat lekat dengan Alessandro Bastoni di Inter Milan.

Pemain depan Real Madrid Prancis Karim Benzema (kiri) bereaksi di sebelah bek Inter Milan Italia Alessandro Bastoni selama pertandingan sepak bola Grup D Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Real Madrid pada 15 September 2021 di stadion San Siro di Milan.
Pemain depan Real Madrid Prancis Karim Benzema (kiri) bereaksi di sebelah bek Inter Milan Italia Alessandro Bastoni selama pertandingan sepak bola Grup D Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Real Madrid pada 15 September 2021 di stadion San Siro di Milan. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Baca juga: Krusialnya Trio Franck Kessie, Sandro Tonali & Brahim Diaz untuk AC Milan, Adaptasi Theo Hernandez

Baca juga: Berita Inter, Marotta Siapkan Duet Dzeko-Vlahovic, Begini Kondisi Terkini Lautaro Martinez

Adalah hal yang unik kenapa ia menggunakan nomor 95, Luca Bastoni adalah sosok yang sangat dekat dengan Alessandro.

Bahkan kenyataannya, semua teman dekat Alessandro Bastoni adalah teman dekat sang kakak yang berusia 4 tahun lebih tua dari Alessandro Bastoni.

Hubungan antara kakak beradik yang sangat kompetitif namun juga supportif, Michele Bruni, salah satu teman Bastoni bersaudara, mengenang betapa kompetitifnya mereka.

"Tidak ada satupun dari keduanya yang mengalah, dalam game atau olahraga, keduanya kompetitif dan saling mengalahkan,"

"Tapi kami tahu, Luca selalu menjaga Alessandro, dan Alessandro mencontoh Luca," ujar Bruni dikutip dari Gianluca di Marzio.

Karena kedetakan itulah Alessandro Bastoni sejatinya nyaris memilih basket dibandingkan sepakbola, karena Luca Bastoni mengidolai Steph Curry di Golde State Warriors.

Sang ayah-lah yang meyakinkan Alessandro Bastoni menekuni sepakbola bukannya basket, alasannya sederhana, Bergamo lahir untuk Atalanta atau Brescia, dan ketika tawaran datang untuk bermain di tim primavera Atalanta, Bastoni tidak bisa menolak.

Nicola Bastoni, adalah pemain sepakbola untuk klub Cremonese medio 70-an, posisinya adalah gelandang, dan ketika Alessandro ditawari bergabung ke Zingonia (akademi Atalanta), maka Nicola melakukan semuanya untuk karir sang anak.

"Aku harus berterima kasih kepada ayahku. Dia masih memiliki hasrat untuk sepak bola, ia tak bosan melakukan semua ini untukku," ujar Bastoni kepada L'Ultimo Uomo.

Di era 90-an Atalanta melakukan perubahan besar ketika presiden klub, Antonio Percassi, menyewa Stefano Bonaccorso untuk mengelola tim junior.

Bonaccorso bukan pria sembarangan, namanya terkenal seantero Italia sebagai ahlinya membentuk pemain muda dari Giampolo Pazzini hingga Dejan Kulusevski adalah polesannya sejak 1991.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Inter Milan
38
27
6
5
89
35
54
87
2
Napoli
38
23
7
8
58
36
22
76
3
Roma
38
23
4
11
59
31
28
73
4
Como
38
20
11
7
65
29
36
71
5
AC Milan
38
20
10
8
53
35
18
70
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved