Breaking News:

Ahmad Riyadh: Kami Akan Melakukan Evaluasi Untuk Perangkat Pertandingan

Mochamad Iriawan menugaskan Ahmad Riyadh selaku ketua Komite Wasit untuk melakukan evaluasi terhadap wasit yang memimpin pertandingan

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
http://www.enciety.co
Ahmad Riyadh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menugaskan Ahmad Riyadh selaku ketua Komite Wasit untuk melakukan evaluasi terhadap wasit yang memimpin pertandingan Liga 1 dan Liga 2 yang banyak disoroti kinerjanya oleh publik.

“Kami akan melakukan evaluasi untuk perangkat pertandingan. Jika ditemukan ada kesalahan, PSSI tentu akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkatannya,’’ ujar Riyadh seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Menurut Riyadh yang dimaksud dengan kesalahan sesuai dengan tingkatannya adalah kesalahan kategori sedang akan diistirahatkan selama beberapa laga.

Kesalahan berat akan diturunkan menjadi wasit Liga 2. Bahkan jika kesalahannya sangat fatal akan diberhentikan.

“Kesalahan fatal ini jika tindakan wasit ini bisa mengubah pertandingan. Misal seharusnya kedudukan 1-1, tetapi karena kesalahan wasit bisa menjadi 2-1. PSSI ingin agar semua wasit yang bertugas di Liga 1 dan 2 lebih fokus sehingga tidak ada kesalahan elementer yang kemudian menjadi respons negatif dari klub, netizen, sponsor, bahkan pemerintah,’’ tutur anggota Exco PSSI.

Riyadh memastikan sanksi nanti akan mengacu aturan dari FIFA, AFC, dan AFF. Karena kemungkinannya ada dua.

“Kalau human error, itu bisa dibina. Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau kesalahan fatal lainnya. Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan," ujar Riyadh.

“Masih banyak lagi keputusan wasit yang akan kita investigasi. Itu hanya salah satu contoh. Pada saatnya nanti kita akan memberikan keputusan kepada wasit-wasit yang dianggap melakukan kesalahan,” jelasnya.

Berikut beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial sejak laga pertama di antaranya:

1. Persik menghadapi Bali United pada 27 Agustus 2021 di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Persik mendapat hadiah penalti pada menit ke-12. Namun, Youssef Ezzejjari yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang itu menjadi gol. Proses penalti itu menjadi sorotan karena ada pemain Bali United yang masuk kotak penalti sebelum bola dieksekusi. Wasit yang bertugas, Yudi Nurcahya, membiarkan permainan tetap berjalan alias play on. Padahal, menurut aturan FIFA, wasit berhak mengulang penalti tersebut.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved