Liga Italia

Masalah Juventus, Pragmatisme Allegri, Kesulitan Chiesa dan Dybala, hingga Skema Low Block

Pragmatisme Allegri menjadi masalah untuk lini depan Juventus, filosofi Il Gioco all’Italiana menjadi boomerang untuk Dybala

Penulis: Gigih
Editor: Drajat Sugiri
Marco BERTORELLO / AFP
Reaksi penyerang Juventus Argentina Paulo Dybala (tengah) pada akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Hellas Verona dan Juventus pada 30 Oktober 2021 di stadion Bentegodi di Verona. Marco BERTORELLO / AFP 

TRIBUNNEWS.COM - Juventus, secara mengejutkan, menelan dua kekalahan beruntun di Liga Italia.

Si Nyonya Tua, yang kini terdampar di papan tengah, tumbang dari Sassuolo 1-2 dan Hellas Verona dengan skor 0-2.

Kursi panas kini ada di Massimiliano Allegri, karena sejak kedatangannya, tidak banyak perubahan yang terjadi bagi Juventus.

Reaksi penyerang Juventus Argentina Paulo Dybala (tengah) pada akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Hellas Verona dan Juventus pada 30 Oktober 2021 di stadion Bentegodi di Verona.
Marco BERTORELLO / AFP
Reaksi penyerang Juventus Argentina Paulo Dybala (tengah) pada akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Hellas Verona dan Juventus pada 30 Oktober 2021 di stadion Bentegodi di Verona. Marco BERTORELLO / AFP (Marco BERTORELLO / AFP)

Baca juga: Hasil Liga Italia, Juventus Kembali Jadi Pecundang, Dwigol Kilat Simeone Permalukan Bianconeri

Baca juga: Berita Chelsea, Gulung Newcastle 3-0, Tinggalkan Liverpool-Man City di Klasemen, Bek Jadi Top Scorer

Allegri memang dikenal sebagai manajer yang pragmatis, dan kekalahan dari Sassuolo, menggambarkan bagaimana pragmatisme Allegri memiliki celah di segala aspek.

Di laga melawan Sassuolo, Juventus, terlalu banyak menghabiskan waktu menciptakan peluang tanpa bisa mengeksekusi dengan baik.

Setali tiga uang dengan laga tersebut, menghadapi Hellas Verona, performa Juventus juga tidak kunjung membaik.

Selain itu, cara bermain Juventus, terbukti sangat rentan ketika menghadapi serangan balik.

Juventus juga sedang disorot dari segi skema, Si Nyonya Tua, kerap melakukan pergantian skema yang menyesuaikan lawan.

Tetapi, Juventus memiliki pakem andalan 4-4-2 dengan mid/low block, artinya, garis pertahanan yang rendah menjadi cara untuk Juventus menghadapi serangan lawan.

Ini berhasil, Juventus memang menjadi tim yang sangat sulit untuk kebobolan, tetapi, masalahnya, mereka sangat kesulitan untuk mencetak gol.

Dalam skema Allegri, mereka mengandalkan kecepatan dalam serangan balik dan kemampuan individu untuk menciptakan peluang hingga mencetak gol.

Juventus sejauh ini, memiliki xG yang tidak pernah menyentuh 1.0 per pertandingan, ini sangat rendah untuk tim dengan lini depan yang cukup mewah.

Allegri, adalah penganut taat Il Gioco all’Italiana, yang sangat pragmatis dan memang mengandalkan pertahanan, tetapi, di sepak bola saat ini, karakter bertahan harus diimbangi dengan kemampuan menyerang.

Il Gioco all’Italiana, adalah istilah yang sangat tenar di medio 1970 hingga 1990 an di Italia, dan menjadi kunci untuk keseuksesan Juventus.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Napoli
    20
    17
    2
    1
    48
    12
    33
    53
    2
    Inter Milan
    20
    13
    1
    6
    40
    22
    14
    40
    3
    Lazio
    20
    11
    5
    4
    36
    11
    20
    38
    4
    Atalanta
    20
    11
    5
    4
    39
    15
    16
    38
    5
    AC Milan
    20
    11
    5
    4
    37
    15
    8
    38
    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved