Timnas Indonesia
Jelang Timnas Indonesia Vs Myanmar, Shin Tae-yong Sentil Klub yang Jarang Lakukan Penguatan Pemain
Pelatih asal Korea Selatan itu merasa para pemain Indonesia jarang atau tidak pernah mendapat latihan kekuatan selama berada di klub.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Alih-alih memberi banyak pemahaman soal taktik dan strategi, Shin Tae-yong terpaksa menggunakan waktu di Turki untuk melatih kekuatan pemain timnas Indonesia.
Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, kembali mengeluhkan elemen dasar sepak bola yang tak dimiliki pemain asuhannya.
Skuat timnas Indonesia saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Turki untuk persiapan Piala AFF 2020.
Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni satu uji coba lagi di Turki melawan Myanmar, Kamis (25/11/2021).
Baca juga: Akmal Marhali: Juara-Degradasi di Liga Sepakbola Nasional Sudah Ketahuan Sebelum Kompetisi Dimulai

Baca juga: Netizen Gemas, Pemain Selevel Timnas Mesti Diajari Shin Tae-yong Cara Passing yang Benar
Sebelumnya, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah melahap satu laga pemanasan melawan Afghanistan, Selasa (16/11/2021) lalu.
Afghanistan terbukti terlalu tangguh bagi tim Garuda, terbukti dengan kemenangan 1-0 berkat gol Popalzay Omid di pengujung laga.
Pada laga itu, terlihat sejumlah pemain baru seperti Ricky Kambuaya dan Pratama Arhan belum nyetel dengan level sepak bola internasional.
Baca juga: Aksi Heroik Elkan Baggott, Cedera Usai Selamatkan Blunder Pemain Timnas, Kini Dirawat Ipswich Town
Kini, Shin Tae-yong langsung menggembleng anak asuhnya untuk menghadapi Myanmar.
Hanya, porsi latihan lebih banyak berkutat pada penguatan fisik, bukan pada taktik.
Pelatih asal Korea Selatan itu merasa para pemain Indonesia jarang atau tidak pernah mendapat latihan kekuatan selama berada di klub.
"Jujur penguatan pemain sangat kurang karena sebelumnya tidak pernah dilakukan atau jarang," ucap Shin (20/11/2021).
Baca juga: Seberapa Gacor 4 Pemain Ajuan Shin Tae-yong? Ini Data-Statistik Walsh-Jordi-Hilgers-Kevin Diks

"Jadi sekarang memberikan program latihan untuk pemain bisa melakukan sendiri walaupun tidak di timnas," sambungnya.
Dalam sejumlah video yang dirilis PSSI, tampak para pemain berlatih menggunakan tali karet yang diikatkan di perut.
Para pemain diminta melakukan berbagai gerakan seperti mengumpan, melompat, bahkan berlari dengan ditahan temannya.
"Jadi untuk pagi hari fokus ke penguatan, sore hari fokus ke taktik," tutur Shin.