Piala AFF 2020
Jelang Leg 1 Final Piala AFF Indonesia Vs Thailand: Waspada Serangan dari Sayap Kanan!
ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, terutama serangan-serangan Thailand yang diprediksi bakal lebih gencar dilakukan di sektor kanan.
Dampak lain dari filosofi yang diterapkan Shin Tae-yong, terlepas dari sejumlah pemain yang menjadi kerangka tim, adalah siapapun bisa menjadi supersub.
Menghadapi Thailand, hal ini bisa menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia lantaran taktik Garuda susah dibaca lawan.
Dengan filosofinya, Shin Tae-yong secara bebas mengganti susunan formasi tim di starting XI.
Pada laga melawan Vietnam misalnya, Shin Tae-yong malah memainkan Ramai Rumakiek sebagai starter dan baru memainkan Irfan Jaya di babak kedua.
Pada laga leg pertama melawan Thailand, kabarnya Egy Maulana Vikri lah akan ditugaskan menjajal pertahanan lawan di sisi sayap.
Faktor tak terbaca ini dipadukan dengan dua hal yang dibenci pelatih Timnas Thailand, Alexandre Polking dari calon lawannya, agresivitas dan kecepatan.
Thailand Sudah Punya Rencana
Pun, Thailand adalah lawan superberat bagi Indonesia.
Vietnam saja yang menggempur habis-habisan Garuda meski berakhir 0-0, mereka lipat 2-0 di laga semifinal leg pertama.
Kematangan bermain dan set piece mematikan tim Gajah Perang menjadi dua hal utama yang bisa membuat Garuda ambruk.
Terkait itu Alexandre Polking, mengaku sudah memiliki rencana menghadapi Timnas Indonesia dan tak merisaukan absennya kiper utama.
Timnas Indonesia dan Timnas Thailand dipastikan bakal saling sikut di babak final Piala AFF 2020.
Pertandingan keduanya dijadwalkan berlangsung dalam dua leg masing-masing pada 29 Desember 2021 dan 1 Januari 2022.
Menjelang laga final leg pertama, pelatih Thailand Alexandre Polking memberikan pujian kepada Timnas Indonesia.
Menurutnya, Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong merupakan tim muda yang bertenaga, pekerja keras, dan berbahaya.