Liga Italia
AC Milan Tertinggal dalam 2 Hal Ini dari Inter Milan, Rossoneri Belum Selevel dengan Nerazzurri
Menurut Arrigo Sacchi, AC Milan dan Inter Milan belum berada di tingkatan yang sama pasca-pertandingan di semifinal Coppa Italia lalu
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan AC Milan atas Inter Milan di semifinal Coppa Italia menimbulkan gelombang kritik.
Satu di antara sosok yang lantang bersuara terkait kiprah Rossoneri di ajang tersebut adalah sang mantan pelatih, Arrigo Sacchi.
Sacchi sama sekali tak menahan diri untuk mengkritisi kondisi AC Milan saat ini.
Menurutnya, Rossoneri belum bisa mencapai level yang dipijak sang saudara sekota.

Baca juga: Gol Untuk Ayah Ibu, Persembahan Lautaro Martinez kepada Orang Tuanya Saat Menang 3-0 Atas AC Milan
Padahal jika berkaca di kancah Liga Italia, mereka masih lebih baik daripada Nerazzurri.
Namun, apa yang mendasari Sacchi dapat berkata seperti itu?
Eks pelatih timnas Italia itu menggunakan dua parameter untuk mendasari analisanya.
1. Kualitas Pemain
Sacchi melihat AC Milan masih belum bisa mengejar Inter dalam hal kualitas pemain.
Baca juga: Kecerdasan Simone Inzaghi, Kans Treble Winner Inter Milan, Peran Nicolo Barella & Ivan Perisic
Barangkali, kehadiran Antonio Conte beberapa musim lalu menjadi kunci kebangkitan Inter.
Kala itu, ia melakukan revolusi besar terkait perekrutan pemain dan struktur tim.
Nerazzurri tak lagi coba menggaet pemain kelas dua.
Sebagai gantinya, Conte ingin klub membidik para pemain bintang dari tim lain.
Transfer Romelu Lukaku dari Manchester United menjadi contoh nyata.
Mahar besar yang dibayar Inter nyatanya setimpal dengan kontribusi sang pemain.
Selain itu, Conte coba melengkapi skuat muda Nerazzurri dengan mendatangkan pemain-pemain berpengalaman.
Hal tersebut yang belum bisa dimaksimalkan AC Milan.

Mereka bisa dibilang masih berkutat untuk menggaet pemain muda atau kelas dua.
2. Faktor Pengalaman
Hal itu membuat Inter Milan sekaligus unggul di masalah pengalaman.
Perpaduan antara pemain muda dan senior milik Nerazzurri terbukti bisa berbicara banyak di pentas Liga Italia.
Formula itulah yang coba ditiru AC Milan musim ini dengan peran Ibrahimovic yang semakin sentral.
Mereka pun coba memberikan porsi yang pas kepada para pemain muda seperti Rafael Leao atau Pierre Kalulu.
"Inter adalah tim top Eropa dan lebih dekat untuk mencapai level tertinggi di Eropa," ungkap Sacchi dikutip dari laman Football Italia.
"Itu juga berkat investasi yang mereka lakukan beberapa tahun ini."
"Bagaimanapun mereka masih perlu meningkatkan permainan secara kolektif," sambungnya.
Saat ini, AC Milan masih berada di puncak klasemen Liga Italia.
Rossoneri mengoleksi 71 poin dari 33 pertandingan.
Namun, mereka tak boleh lengah dalam menjalani sisa musim ini.
Pasalnya ada dua tim lain yang mengincar singgasana mereka.

Satu di antara tim tersebut adalah Inter Milan.
Skuat asuhan simone Inzaghi ini berada di posisi kedua dengan 69 poin.
Akan tetapi, Nerazzurri masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan.
Ini dapat menjadi senjata pamungkas mereka untuk mengkudeta AC Milan dari puncak klasemen.
(Tribunnews.com/Guruh)