Timnas Indonesia
Metode Shin Tae-yong Sudah Usang? Trik Indra Sjafri Tawarkan Cara Lebih Segar di Timnas Indonesia
Metode TC Jangka Panjang ala Shin Tae-yong dianggap usang dan tidak efektif. Pemain yang dibiarkan berkompetisi justru lebih segar dan bugar
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, menjadi orang yang paling mengkritik program TC jangka panjang Shin Tae-yong.
Baca juga: Tiga Negara Pilihan Shin Tae-yong Buat Ujicoba Lawan Timnas U-20 Indonesia Jelang Piala Asia U-20

Diminta untuk melepas sembilan pemainnya saat kompetisi sedang berjalan menurut Thomas Doll bukan hal yang lazim.
"Ketika kami sedang berada di posisi pertama klasemen," kata Thomas Dol dikutip dari BolaSport, Minggu (29/1/2023).
"Malah pemain-pemain kami dipanggil ke TC jangka panjang timnas U-20 Indonesia," imbuhnya.
Tak jauh berbeda dari pernyataan Thomas Doll, Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, juga punya pendapat serupa.

Luis Milla menilai TC jangka panjang tidak bagus untuk pemain muda.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, pemain muda seharusnya berkembang dan bersaing bersama klub dalam sebuah kompetisi.
"Mereka berlatih dengan kita dan bersaing dengan teman-teman yang lainnya untuk mencari posisi."
"Supaya mereka bisa bermain dan saya pikir ini bagus untuk mereka," tutur Luis Milla.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, menilai pemain tidak berkembang selama TC bersama timnas U-20 Indonesia.
Juru taktik berusia 42 tahun itu menilai pemain muda akan kehilangan momentum apabila ikut TC jangka panjang bersama timnas.
"Jika mereka di timnas mereka hanya latihan, lari, training camp," ungkap Bernardo Tavares dikutip dari laman resmi klub.
"Mereka tidak mendapatkan hal-hal ini sebagai bagian dari pertandingan," tambahnya.

Tavares lantas mencontohkan dua pemain muda PSM yang sempat dipanggil Shin Tae-yong TC, Edgard Amping dan Rafli Asrul.
Gara-gara TC jangka panjang bersama timnas, Tavares menyebut kedua pemainnya itu kehilangan menit bermain bersama PSM.
"Satu dampak yang saya berikan contoh perihal training camp yang terlalu lama dan mereka tidak mendapatkan menit yang kompetitif dan tidak bisa bermain seperti Edgard amping dan Rafli Asrul."
"Saat di awal-awal liga mereka lebih lama di timnas ketimbang di klub sendiri dan ini berdampak pada saat kita latihan dan bertanding," katanya. (oln/Alfa/TribunnewsNajmul/BolaNas)
Timnas Indonesia
Curhatan Miliano Jonathans: Alasan Pilih Timnas Indonesia hingga Bicara Mimpi ke Piala Dunia 2026 |
---|
Erick Thohir Pilih Alexander Zwiers Dirtek PSSI: Visi Tajam, Istri Indonesia, Siap Tinggal di RI |
---|
Arisal Aziz: Program Naturalisasi Pemain Tak Berguna Bila Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026 |
---|
DPR RI Menyetujui Naturalisasi Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans dalam Rapat Paripurna di Senayan |
---|
Timnas Indonesia Ketambahan Dua Pemain Naturalisasi di FIFA Matchday September 2025 |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.