Timnas Indonesia
Analisis Hasil Imbang Timnas Indonesia vs Palestina: Pola Permainan Elite, Lini Serang Garuda Mandul
Analisis hasil imbang Timnas Indonesia vs Palestina membahas pola permainan elite hingga mandulnya lini serang Garuda.
Penulis:
Rochmat Purnomo
Masuknya Dendy Sulistyawan menggantikan Struick membuat penyerang Timnas Indonesia lebih mencair.
Dendy mengandalkan kecepatannya untuk menyisir sisi lapangan untuk memberikan umpan ke dalam kotak penalti.
Sayangnya kejeniusan Shin Tae-yong meracik pola permainan itu gagal membuahkan satu gol pun di FIFA Matchday kali ini.

Mandul
Kegagalan Timnas Indonesia mencetak gol jelas menjadi alarm bagi Shin Tae-yong.
Sebab arsitek asal Korea Selatan itu sering mengeluhkan ketajaman para penyerang Timnas Indonesia.
Keberadaan Dimas Drajad, Dendy Sulistyawan hingga Rafael Struick masih belum menjadi solusi mandulnya lini serang.
Nampaknya masalah ketajaman masih menjadi pekerjaan rumah untuk pelatih yang pernah menangani Korea Selatan di Piala Dunia tersebut.

Pantas Dipuji
Terlepas masalah lini serang, peforma kiper, lini bertahan hingga gelandang pantas mendapatkan pujian.
Mulai dari Syahrul Trisna yang menunjukkan ketenangannya ketika Palestina melakukan serangan.
Kiper Persikabo 1973 itu beberapa kali mengantisipasi peluang Palestina, baik secara langsung maupun bola mati.
Syahrul Trisna juga berani menguasai bola dan tidak menunjukkan kepanikan saat mendapatkan pressing dari striker lawan.
Penampilan apik Syahrul Trisna juga ditunjang dengan kokohnya duet Rizky Ridho dengan Elkan Baggot di jantung pertahanan.
Sementara Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan mampu menempatkan diri sebagai fullback ketika membantu pertahanan hingga menyerang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.