Liga Inggris
Berbahayanya Set Piece Arsenal, Peran Vital Nicolas Jover hingga Pujian Elit Ruben Amorim
Manchester United dapat dikatakan menjadi korban teranyar dari betapa berbahayanya kualitas set piece Arsenal di kompetisi Liga Inggris.
Penulis:
Dwi Setiawan
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Manchester United dapat dikatakan menjadi korban teranyar dari betapa berbahayanya kualitas set piece Arsenal di kompetisi Liga Inggris.
Ya, Manchester United baru saja menderita kekalahan saat bersua Arsenal dalam laga pekan 14 Liga Inggris.
Berlangsung di Stadion Emirates, Kamis (5/12/2024), Manchester United selaku tim tamu kalah dengan skor 2-0.
Apesnya, dua gol yang bersarang ke gawang Manchester United dalam laga ini berawal dari situasi set piece.
Gol pertama Arsenal yang merobek jala gawang Setan Merah diawali oleh situasi set piece tepatnya sepak pojok.
Declan Rice yang menjadi eksekutor mampu mengarahkan bola ke area yang tepat di mana Jurrien Timber bisa membelokkan bola untuk masuk ke gawang Andre Onana menit 54.
Baca juga: Ruben Amorim Pecundang, Set Piece Bikin Arsenal & Arteta Ukir Rekor Bersejarah di Liga Inggris
Tak lama berselang, gantian Bukayo Saka yang mampu menciptakan peluang berbahaya lewat situasi sama.
Setelah Bukayo Saka melepaskan tendangan sudut yang melengkung, bola berhasil disundul Thomas Partey lalu dimasukkan William Saliba dengan senggolan pantatnya.
Dua gol set piece yang dicetak Arsenal ke gawang Manchester United itulah yang akhirnya memberi kekalahan perdana kepada Ruben Amorim selaku pelatih Setan Merah.
Berbicara soal kualitas set piece yang dimiliki Arsenal, tak bisa dipungkiri jika tim Meriam London punya keahlian khusus dalam mengeksekusi peluang khususnya bola mati.
Bahkan jika dihitung sejak musim lalu, Arsenal layak dianggap sebagai rajanya bola mati terutama sepak pojok.
Dilansir Opta, tak kurang dari 22 gol berhasil diciptakan Arsenal melalui situasi sepak pojok sejak musim lalu.
Koleksi 22 gol lewat skema tendangan sudut tentu bukanlah jumlah sedikit apalagi ini diciptakan di Liga Inggris.
Maka tak salah jika sebutan raja set piece ataupun raja sepak pojok sangat layak disematkan kepada Arsenal.
Kepiawaiannya Arsenal dalam menciptakan peluang berbahaya yang berbuah gol lewat set piece tentu tidak hanya mengandalkan keberuntungan semata.
Hal ini dikarenakan skema set piece yang selama ini dijalankan Arsenal ada strategi khususnya sendiri.
Hal itu bisa dibuktikan dengan cara yang dilakukan pemain Arsenal setiap kali mereka mendapatkan peluang lewat skema tersebut.

Dan satu sosok penting di balik layar yang patut mendapatkan acungan dua jempol karena menjadi kunci berbahayanya set piece Arsenal adalah Nicolas Jover.
Ya, Nicolas Jover yang sebelumnya pernah menjadi pelatih bola mati Manchester City direkrut Arteta untuk pindah ke Arsenal tahun 2021.
Bukanlah sebuah hal kebetulan jika Arteta mendatangkan Nicolas Jover di Arsenal.
Hal ini karena Arteta jugalah yang diketahui menjadi kunci Manchester City mendatangkan Nicolas Jover.
Dan sejak saat itulah, hubungan keduanya semakin terasa istimewa hingga saat ini di Arsenal.
Keberadaan Nicolas Jover pun kini menjadi kunci penting Arteta meracik ramuan bola mati Arsenal menjadi gol.
Tingginya angka gol Arsenal lewat skema set piece seakan menjadi buah manis kerja keras Nicolas Jover dalam mematenkan taktik dan strategi bola matinya.
Dengan berbagai variasi strategi bola mati yang diciptakan Nicolas Jover, Arsenal seakan mampu secara rutin menciptakan peluang berbahaya dalam situasi tersebut.
Dan dua gol yang hari ini bersarang ke gawang Manchester United menjadi bukti berbahayanya set peice Arsenal.
Pujian Elit Ruben Amorim untuk Kualitas Bola Mati Arsenal
Ruben Amorim selaku pelatih Manchester United pun tidak segan untuk melayangkan pujian soal efektif dan berbahayanya kualitas bola mati Arsenal.
Eks pelatih Sporting Lisbon itu bahkan menyebut kualitas bola mati menjadi pembeda yang berujung pada kekalahan pertama dirinya menangani Setan Merah.
"Jika anda telah mengikuti Liga Inggris dalam waktu lama, anda dapat melihat bahwa Arsenal sangat unggul dalam aspek ini," puji Amorim.
"Para pemain depan mereka seperti Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli konsisten melakukan umpan silang,"
"Karena mereka tahu bahwa permainan terbuka dan skema tendangan sudut akan menghasilkan potensi gol,"
"Jadi kami seharusnya bisa meningkatkan kualitas pertahanan kami untuk bisa menghadapi ancaman-ancaman seperti ini lagi," tambahnya.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.