Liga Eropa
Ange Postecoglou Menolak Status Lelaki Pecundang, Tottenham Hotspur Harus Juara Liga Eropa
Laga final Liga Eropa 2024/2025 melawan Manchester United bakal menjadi kesempatan terakhir Ange Postecoglou membuktikan janjinya kepada Tottenham.
TRIBUNNEWS.COM - Laga final Liga Eropa 2024/2025 melawan Manchester United, Kamis (22/5/2025) dinihari nanti bakal menjadi kesempatan terakhir Ange Postecoglou membuktikan janjinya kepada Tottenham Hotspur.
Dikatakan demikian, karena Ange Postecoglou yang kini menjabat sebagai pelatih Tottenham pernah memberikan pernyataan bernada janji di depan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan sang pelatih tepat pada awal musim ini ketika ditanya target bersama Tottenham.
Dilansir Sky Sports, Ange Postecoglou mengatakan dirinya punya sejarah gemilang tiap kali menangani sebuah tim.
Terutama pada tahun keduanya, yang mana selalu ada gelar juara yang mampu ia persembahkan sebagai pelatih.
"Saya selalu memenangi sesuatu di tahun kedua saya (bersama sebuah tim). Tak ada yang berubah," tegas Ange dilansir Sky Sports.
Apa yang dikatakan Ange Postecoglou tersebut seakan menjadi janji jika ia bisa memberikan prestasi ke Tottenham.
Baca juga: Prediksi Skor Tottenham vs MU Final Liga Eropa: Bukan Calon Juara, Spurs Melawan Takdir Demi Sejarah
Tottenham sendiri memang sudah tidak lama berjodoh dengan prestasi terutama gelar juara di kompetisi apapun.
Sejak terakhir kali memenangkan gelar Piala Liga Inggris pada tahun 2008, Tottenham puasa trofi sampai sekarang.
Tottenham beberapa kali punya kesempatan meraih gelar juara namun selalu gagal di penghujung momennya.
Sebut saja tiga kali final Piala Carabao (2009, 2015 dan 2021), final Liga Champions (2019) dan Liga Inggris (2017).
Berbagai kegagalan tersebut seakan mempertegas status Tottenham yang dianggap sebagai pecundang sejati.
Kegagalan demi kegagalan yang dialami Tottenham tentu membuat para penggemar klub tersebut frustrasi.
Bahkan tidak hanya penggemar saja, pelatih hingga pemain juga seperti merasakan suasana gerah di Tottenham.
Termasuk Harry Kane yang menjadi top skor klub, sampai rela meninggalkan Tottenham, demi bisa meraih trofi mayor pertamanya, dengan pindah ke Bayern Munchen tahun 2023 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pelatih-kepala-tottenham-hotspur-yunani-australia-ange-postecoglou-dengan-son.jpg)