Piala Dunia Antarklub
PSG vs Real Madrid, Mbappe Pemantik Balas Dendam Les Parisiens
PSG kini menjadi yang terkuat di Eropa. Reuni melawan Kylian Mbappe (Real Madrid) di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 jadi kisah baru balas dendam
PSG kalah tipis dari Bayern Munchen, namun kekalahan tersebut menjadi titik balik Les Parisiens untuk menjadi yang terbaik.
"Balas dendam" Mungkin sedikit," beber Barcola sebelum bertanding melawan Munchen.
"Itu adalah sumber motivasi terbesar kami saat ini," sambungnya.
Kepercayaan diri mengalir deras di ruang ganti PSG. Bukan kesombongan, melainkan tekad untuk membuktikan setelah satu dekade terakhir hanya menjadi tim terbaik kedua di Eropa.
"Benar-benar perasaan balas dendam karena kami kalah di tempat mereka," lanjut Barcola.
"Itu sangat sulit bagi kami, bahkan setelah itu, tetapi kami memiliki keinginan untuk menang. Saya pikir itulah yang menyakiti kami. Kami sadar bahwa pada saat itu kami tidak memiliki banyak peluang untuk melanjutkan Liga Champions, dan itu semakin memotivasi kami untuk berusaha lebih keras lagi," jelasnya.
Balas Dendam Berikutnya
Kesabaran PSG perlahan membuahkan hasil manis dari sentuhan Enrique.
Pertandingan demi pertandingan, musim yang silih berganti membawa mereka belajar untuk keluar dari zona nyaman dan berusaha lebih keras.
"Pelatih kami, dia membawa filosofinya, pola pikirnya, dan dia mempersiapkan tim dengan sangat baik sejak hari pertama dia tiba," beber Marquinhos soal kepelatihan Enrique.
"Dia memulai dari awal bagaimana dia ingin kami bermain. Dia bekerja meningkatkan mentalitas tim sehingga kami siap menghadapi apa pun yang bisa terjadi selama pertandingan," tambahnya.
Marquinhos telah melihat video pidato Enrique berkali-kali, termasuk saat pelatih asal Spanyol itu memberikan nasihat kepada Mbappe. Ia harus lebih klinis di lini depan, menekan pertahanan lawan, dan harus mau membantu pertahanan.
Layaknya Michael Jordan, pemain NBA yang diidolakan Mbappe, Enrique memandu anak asuhnya agar bisa menjadi pemain seperti idola mereka. Namun apa yang dituntut Enrique butuh waktu.
Hingga akhirnya Mbappe pergi ke Real Madrid, dan PSG harus menata ulang komitmen mereka terhadap kolektivitas permainan. Salah satunya dengan memberikan 'kebebasan' terhadap Ousmane Dembele.
Mantan pemain Barcelona yang berandil besar dalam kesuksesan PSG musim lalu.
"Jika orang-orang ingin menyebutnya kebebasan, maka kebebasan adalah berjuang untuk rekan setim Anda," komentar Enrique.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/real-madrid-resmi-perkenalkan-mbappe-sebagai-pemain-baru_20240717_073909.jpg)