Minggu, 19 April 2026

Piala Asia U23

Perbandingan Timnas Indonesia U-23 Era STY dan Vanenburg, Pelatih Laos: Lebih Lemah

Timnas U-23 ditahan Laos 0-0. Pelatih lawan sebut era STY lebih kuat. Vanenburg dinilai belum temukan karakter Garuda Muda.

Editor: Glery Lazuardi
/Muhammad Nursina
BERDUEL - Pesepak bola Timnas U23 Indonesia, Rafael Struick (kanan) berduel dengan pesepak bola Laos U23 dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia U23 2026 dari Grup J di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo pada Rabu (3/9/2025) malam. Timnas U23 Indonesia ditahan imbang Laos dengan skor akhir 0-0. Tribun Solo/Muhammad Nursina 

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia U-23 kembali jadi sorotan usai ditahan imbang Laos 0-0 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada Rabu (3/9/2025).

Pelatih Laos, Ha Hyeok-jun, menyebut skuad Garuda Muda saat ini lebih lemah dibanding era Shin Tae-yong

Di bawah pelatih Belanda Gerald Vanenburg, Indonesia dinilai masih dalam masa transisi dan belum menunjukkan kekuatan seperti saat menembus semifinal Piala Asia U-23 2024. 

Pernyataan ini memicu perbandingan tajam antara dua era kepelatihan, di tengah ekspektasi tinggi publik terhadap regenerasi prestasi sepak bola nasional.

Berikut perbandingan skuat dan performa Timnas Indonesia U-23 di era Shin Tae-yong (STY) dan era Gerald Vanenburg, pelatih asal Belanda yang kini menangani Garuda Muda.

Jika melihat perbandingan antara STY dan Vanenburg, maka dapat dilihat pada komposisi pemain dan taktik-gaya main. Di era STY, pelatih asal Korea Selatan itu mengandalkan kombinat antara pemain lokal dan naturalisasi. Yaitu 

Marselino Ferdinan, Ferarri, Arkhan Fikri, Hokky Caraka, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Justin Hubner. Sejumlah pemain di antaranya bahkan sudah memperkuat Timnas senior seperti Marselino, Ernando, Rizky Ridho.

Sedangkan di era Vanenburg, dia fokus pada regenerasi pemain muda. Nama-nama superti Marselino dan Hubner sudah tidak ada di skuat. Meskipun mereka dari faktor usia masih bisa bermain di skuat U-23. 

Gerald Vanenburg, pelatih Timnas Indonesia U-23, memang tengah menegaskan fokusnya pada regenerasi pemain muda. 

Berbeda dari era Shin Tae-yong yang kerap mengandalkan pemain senior turun kasta ke U-23 (seperti Marselino Ferdinan, Ernando Ari, dan Rizky Ridho), Vanenburg memilih membangun fondasi baru dengan talenta segar.

Strategi regenerasi Vanenburg terlihat saat dua nama kunci era STY absen. Dia adalah Marselino dan Hubner. 

Mereka digantikan pemain muda seperti Jens Raven dan Toni Firmansyah. Tidak ada pemain dari skuad senior yang diturunkan ke U-23.

Sebagai gantinya ada nama Rahmat Syawal, Mikael Tata, dan Dony Tri jadi tulang punggung baru. 

Vanenburg menekankan pembentukan karakter dan disiplin taktik, bukan hasil instan.

Dampaknya tim terlihat rapi dalam penguasaan bola, tapi kurang tajam di penyelesaian akhir.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
32
21
7
4
62
24
38
70
2
Man. City
31
19
7
5
63
28
35
64
3
Manchester United
33
16
10
7
58
45
13
58
4
Aston Villa
32
16
7
9
43
38
5
55
5
Liverpool
32
15
7
10
52
42
10
52
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved