Liga Champions
Kerja Keras & Perubahan Gaya Main Harry Kane, Muenchen Ungguli Chelsea 3-1
Harry Kane, jadi bintang kemenangan Bayern Munich setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Chelsea dengan mencetak dua gol
Kerja Keras dan Perubahan Gaya Main Harry Kane, Muenchen Ungguli Chelsea 3-1
TRIBUNNEWS.COM- Striker Inggris, Harry Kane, jadi bintang kemenangan Bayern Munich setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Chelsea dengan mencetak dua gol dalam laga yang berakhir 3-1 di Allianz Arena.
Dua gol Kane itu, kata pelatih Bayern, Vincent Kompany lahir berkat kerja keras striker timnas Inggris tersebut.
Kane membuka gol lewat eksekusi penalti setelah dilanggar Moises Caicedo, lalu memastikan kemenangan dengan tembakan melengkung usai blunder Malo Gusto di babak kedua.
Sebelumnya, Chelsea tertinggal akibat gol bunuh diri Trevoh Chalobah, sebelum Cole Palmer—yang tampil untuk ke-100 kalinya bersama The Blues di semua ajang—memperkecil kedudukan lewat tembakan indah ke pojok gawang.
Chelsea yang kembali ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2022/23 sempat punya peluang menyamakan kedudukan. Namun, kesalahan Gusto di menit ke-63 membuat Kane mencetak gol kedua sekaligus menutup perlawanan.
Dua gol Kane itu itu makin mengukuhkan statusnya dalam sejarah Bayern dengan statistik mencengangkan. Kapten Inggris itu kini mencetak 10 gol dalam enam laga di semua kompetisi musim ini.
Total, sejak bergabung ke Bayern ia sudah menorehkan 95 gol dalam 102 pertandingan, plus 29 assist.
Baca juga: Bayern Muenchen vs Chelsea, Harry Kane Bersua Lawan Lama, Live On SCTV
Menariknya, media Jerman juga menyoroti perubahan gaya main Kane. Ia kini lebih sering turun menjemput bola untuk membuka ruang bagi pelari cepat di sisi sayap—peran yang juga kerap ia jalani di Tottenham dan timnas Inggris.
“Setiap kali ditanya soal Harry, saya tidak punya banyak hal untuk ditambahkan selain apa yang sudah semua orang lihat. Yang ingin saya soroti adalah kerja kerasnya tanpa bola — pergerakan, pressing, dan bantu tim. Untuk penalti tadi, ia harus berlari, kembali onside, dan terus bekerja. Semua peluang yang ia dapat adalah hasil dari kerja keras itu,” ujar Kompany memuji.
Kemenangan Bayern tak lepas dari rapuhnya pertahanan Chelsea pada beberapa momen krusial. Mereka misalnya lengah dalam situasi drop-ball yang berujung gol bunuh diri Chalobah, serta Caicedo yang ceroboh melanggar Kane di kotak penalti.
The Blues sebenarnya memulai laga dengan positif. Pedro Neto dan Enzo Fernandez punya peluang di awal, sementara Palmer sempat mencetak gol keduanya di menit akhir sebelum dianulir karena offside tipis setelah tinjauan VAR.
Namun pada akhirnya, Bayern yang lebih berpengalaman dan cerdik berhasil mengendalikan jalannya laga. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor Bayern yang selalu menang di laga pembuka Liga Champions dalam 22 musim beruntun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Striker-Inggris-Harry-Kane-jadi-bintang-kemenangan-Bayern-Munich.jpg)