Timnas Indonesia
Kluivert Out! Anton Sanjoyo Sebut Pelatih Anyar Timnas Indonesia Harus Punya Dua Hal Penting
Anton berharap pelatih baru juga harus memiliki rekam jejak atau CV yang lebih mentereng daripada dua pendahulunya.
Kluivert Out, Anton Sanjoyo Sebut Pelatih Anyar Timnas Indonesia Harus Punya Dua Hal Penting
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kinerja Patrick Kluivert menangani Timnas Indonesia berakhir sudah. Pengumuman pemecatan atau pemutusan kontrak kerja Patrick Kluivert diumumkan dalam laman resmi PSSI pada Kamis (16/10/2025).
Setelah itu, masih di hari yang sama, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan tanggapannya mengenai pemecatan Patrick Kluivert melalui instagram pribadinya.
Baca juga: Jonatan Christie Juara Denmark Open 2025, Menpora Erick Singgung Kegigihan dan Semangat Patriotik
Pemecatan Patrick Kluivert membuat kursi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong.
Pengamat sepakbola, Anton Sanjoyo turut menyoroti kondisi tersebut.
Menurut Anton saat memilih pelatih anyar selanjutnya harus melihat pembelajaran dari dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Ia menilai masalah komunikasi menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki ke depan.
“Permasalahan komunikasi di era Shin Tae-yong dan Kluivert harus bisa diatasi oleh pelatih berikutnya,” kata Anton saat dihubungi Tribunnews, Minggu (19/10/2025).
Anton menilai Kluivert juga gagal dalam membangun komunikasi di dalam tim.
Padahal, ia didampingi staf pelatih asal Belanda seperti Denny Landzaat dan Alex Pastoor yang seharusnya bisa menjadi jembatan bahasa dengan para pemain Eropa. Namun, hal tersebut tidak berjalan baik.
“Pelatih baru nanti harus punya kemampuan komunikasi yang baik dan menjalani uji kelayakan. Kluivert dulu tidak melalui proses itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anton berharap pelatih baru juga harus memiliki rekam jejak atau CV yang lebih mentereng daripada dua pendahulunya.
Hal ini penting untuk membangun kepercayaan diri tim nasional yang kini banyak diperkuat pemain-pemain yang tampil di Eropa, seperti Jay Idzes dan Calvin Verdonk.
“Ada sejumlah pemain yang bermain di liga kasta utama. Mereka perlu ditangani oleh pelatih dengan kredibilitas tinggi. Soal harga pasti mahal, tapi itu urusan PSSI,” kata Anton.
Tak hanya itu, pelatih baru nanti juga perlu memaparkan strategi dan rencana kerja di hadapan Exco PSSI untuk memastikan kesesuaian dengan karakter pemain Indonesia.
Ia menambahkan, karakter tim Indonesia berbeda dengan negara-negara elite dunia.
Pasalnya mayoritas pemain Indonesia bermain di luar negeri, tetapi bukan di level tertinggi. Mereka tidak bisa langsung menyatu hanya dalam waktu singkat seperti para pemain Prancis atau Spanyol.
“Pelatih harus paham betul kondisi ini. Pemain Indonesia biasanya hanya berkumpul paling lama seminggu setiap FIFA Matchday, bahkan kadang hanya empat hari. Situasi ini unik. Jadi siapapun pelatihnya nanti, dua syarat itu harus dipenuhi,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Patrick-Kluivert-Timnas-Indonesia-Lawan-Bahrain.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.