Timnas Indonesia
Fadly Alberto Hadapi Konsekuensi Berat usai Insiden di EPA: Sponsor Hengkang, Nova Arianto Murka
Fadly Alberto kehilangan sponsor dari SPECS usai insiden tendangan kungfu. Dicoret dari Timnas U20 Indonesia, sanksi berat dari PSSI juga mengancam.
Ringkasan Berita:
- Fadly Alberto dicoret dari Timnas U20 Indonesia dan kini kehilangan sponsor setelah SPECS resmi menghentikan kerja sama akibat aksi “tendangan kungfu”.
- SPECS menilai tindakan Fadly melanggar nilai sportivitas dan fair play, sehingga tidak bisa ditoleransi dalam dunia olahraga.
- Insiden memicu kericuhan dan korban cedera, kini sanksi tambahan dari Komdis PSSI masih menanti pemain eks Timnas U17 Indonesia tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Nasib Fadly Alberto Hengga semakin menjadi kacau setelah melakukan "tendangan kungfu" di laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U20.
Tak hanya dicoret dari skuad persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF U19 2026 oleh pelatih Nova Arianto, kini pemain asal Papua Barat itu juga kehilangan dukungan sponsor pribadinya.
Specs Indonesia resmi menghentikan kerjasama dengan Fadly Alberto sebagai brand ambassador, pada Senin (20/4/2026).
Melalui unggahan resmi di Instagram @specs_indonesia berjudul "Official Statement SPECS", brand tersebut menyatakan mengakhiri partnership dengan Fadly Alberto menyusul aksi tidak terpuji yang dilakukan pemain tersebut.
"Menyikapi video yang beredar terkait dengan salah satu atlet SPECS, kami sangat menyayangkan tidakan tersebut karena tidak sejalan dengan nilai sportivitas, integritas, dan rasa hormat," bunyi pernyataan resmi Specs Indonesia.
"SPECS tidak mentoleransi tindakan yang bertentangan dengan prinsip fair play dalam bentuk apa pun."
"Kami memutuskan untuk menangguhkan segala bentu kerja sama dan kolaborasi yang sedang berjalan."
"Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen kami untuk menjaga standar profesionalisme serta mendukung lingkungan olahraga yang aman dan sportif," tulis keterangan resmi Specs Indonesia.
Sebelumnya, pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto angkat bicara tegas terkain insiden tersebut.
Ia menyatakan sangat kecewa dengan aksi Fadly yang dianggap tidak bisa dibenarkan.
Terlebih karena statusnya sebagai mantan pemain Timnas U17 Indonesia seharusnya bisa menjadi contoh bagi pemain muda lainnya.
"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Berto," ucap Nova Arianto saat dihubungi Tribunnews, Senin (20/4/2026).
"Karena apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan apalagi status Berto adalah pemain Timnas U17 yang seharusnya memberikan contoh kepada pemain lainnya," lanjutnya.
Nova menambahkan bahwa ada konsekuensi atas perbuatan Fadly (Berto) dan sedang dibahas oleh coaching staff.
Meski ia masih ingin mendengar penjelasan langsung dari pemain tersebut, keputusan sudah final.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemain-Timnas-U17-Indonesia-Fadly-Alberto-berduel-dengan-Brasil.jpg)