Liga Champions
Bodo/Glimt vs Juventus, Dua Tim Berduel untuk Berebut Kemenangan Pertama
Juventus dan Bodo/Glimt sama-sama memasuki laga krusial pada Rabu (26/11) dengan satu misi utama: mencari kemenangan pertama di Liga UCL.
Bodo/Glimt vs Juventus, Dua Tim Berduel untuk Berebut Kemenangan Pertama
Ringkasan Berita:
- Dua tim sama-sama cari kemenangan perdana.
- Juventus tertekan performa buruk beruntun.
- Bodo/Glimt andalkan kandang bersuhu ekstrem.
TRIBUNNEWS.COM- Juventus dan Bodo/Glimt sama-sama memasuki laga krusial pada Rabu (26/11) dengan satu misi utama: mencari kemenangan pertama di Liga Champions musim ini.
Keduanya belum sekali pun meraih tiga poin dalam empat pertandingan awal, dan kini terdampar di zona eliminasi. Hanya satu poin memisahkan kedua tim, dengan Juventus—raksasa Italia yang tengah melemah—sedikit lebih baik dari sang juara Norwegia.
Perjalanan Juventus sejauh ini penuh kekecewaan. Setelah dua hasil imbang penuh drama (4-4 kontra Borussia Dortmund dan 2-2 melawan Villarreal), Bianconeri takluk tipis dari Real Madrid pada matchday ketiga.
Awal bulan ini, mereka kembali gagal menang saat menjamu Sporting Lisbon meski unggul jauh dalam jumlah tembakan dan penguasaan bola. Gol Dusan Vlahovic hanya cukup mengamankan skor 1-1.
Yang lebih mengkhawatirkan, Juventus sudah kebobolan dalam tujuh pertandingan Liga Champions berturut-turut sejak Januari, dengan rata-rata dua gol per laga. Jika ditarik lebih jauh, mereka hanya meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan UEFA terakhir dan baru sekali menang dalam 12 laga tandang terakhir di Eropa. Mantan raksasa benua biru itu kini tampak rapuh di mana-mana.
Di level domestik, kedatangan Luciano Spalletti belum memberikan dampak instan. Hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina yang berada di dasar klasemen semakin menegaskan betapa rapuhnya Juventus musim ini.
Meski Filip Kostic membawa mereka unggul melalui tendangan jarak jauh sebelum jeda, Juve tak mampu mempertahankan keunggulan. Spalletti secara terbuka menyebut timnya terlalu mudah ditebak dan membuat terlalu banyak kesalahan teknis.
Baca juga: Manchester City vs Bayer Leverkusen, Erling Haaland Mencari Pelipur Lara
Dalam empat laga awal bersama Spalletti, Juventus baru menang satu kali. Pelatih yang membawa Napoli juara Serie A musim 2022–2023 itu kini menjadi manajer kedua sejak 1929 yang mencatatkan tiga hasil imbang dalam empat laga pertamanya menangani Juventus.
Meski demikian, ia tetap optimistis. “Kami harus menjadikan perebutan Scudetto sebagai ambisi,” tegasnya. “Tapi untuk itu, level permainan kami harus berubah drastis.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Juventus-2310.jpg)