Kamis, 14 Mei 2026

Super League

JFlow: Rivalitas Persib vs Persija Setara El Clasico, Tapi Jangan Makan Korban

El Clasico Indonesia: Persib vs Persija, rivalitas penuh gengsi, sejarah panjang, dan fokus keamanan.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Instagram resmi Persib Bandung dan Persija
DUEL PERSIB VS PERSIJA - Atmosfer panas Persib vs Persija, rivalitas klasik Indonesia yang selalu jadi sorotan publik. 

Rivalitas ini bukan hanya soal klub, tetapi juga identitas dua kota besar. Suporter Persija dikenal sebagai The Jakmania, berdiri pada 1997 dengan warna oranye sebagai identitas. Sementara suporter Persib disebut Bobotoh, dengan kelompok terbesar Viking Persib Club (VPC) yang berdiri pada 1993.

Kedua kelompok suporter memiliki basis besar dan fanatisme tinggi, namun juga kerap melahirkan ketegangan di luar lapangan. Meski begitu, ada pula upaya dari kedua pihak untuk menjalin persahabatan dan mengurangi konflik.

  • Rivalitas Abadi, Harapan Sportivitas

Kini, baik Persib maupun Persija terus berjuang di kompetisi domestik dan internasional. Rivalitas mereka menjadi aset berharga bagi sepak bola nasional, menghadirkan atmosfer khas yang selalu dinanti.

Ke depan, diharapkan rivalitas ini tetap berjalan dalam semangat sportivitas, menjadi tontonan penuh gengsi tanpa memakan korban, serta membawa kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta dikenal sebagai salah satu rivalitas paling panas dalam sepak bola Indonesia. Persaingan ini tumbuh sejak era Perserikatan dan berlanjut hingga Liga Indonesia, melibatkan basis suporter besar Bobotoh dan The Jakmania.

Namun, dalam lebih dari satu dekade terakhir, rivalitas ini juga mencatat sejumlah insiden kekerasan di luar stadion. Data menyebutkan setidaknya tujuh suporter meninggal dunia sejak 2012 akibat bentrokan yang berkaitan dengan laga kedua tim.

  • Tragedi Haringga Sirila

Peristiwa paling disorot terjadi pada 23 September 2018 di Bandung, ketika seorang suporter Persija bernama Haringga Sirila (23 tahun) meninggal dunia setelah dikeroyok sebelum pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Kejadian tersebut terekam kamera dan menyebar luas di media sosial, memicu penyelidikan kepolisian serta sanksi dari otoritas sepak bola.

Kelompok suporter Persib, Viking Persib Club, kemudian menyampaikan duka cita dan menegaskan penolakan terhadap kekerasan.

“Jangan biarkan rivalitas ini menjadi penyakit yang menambah korban dari masing-masing pihak,” tulis pernyataan resmi Viking.

  • Catatan Kelam Lain
  1. 27 Mei 2012, Jakarta: Tiga suporter Persib, yakni Lazuardi, Rangga Cipta Nugraha, dan Dani Maulana meninggal dunia setelah pengeroyokan di luar Stadion Gelora Bung Karno.
  2. 6 November 2016, Cirebon: Bentrokan suporter kembali menelan korban jiwa. Suporter Persib bernama Gilang dan suporter Persija Harun Al Rasyid Lestaluhu meninggal dunia dalam insiden terpisah terkait konvoi pendukung.
    Fokus Keamanan Jelang Laga 2026

Rangkaian peristiwa tersebut menempatkan duel Persib vs Persija sebagai pertandingan dengan tingkat risiko keamanan tinggi. Aparat dan federasi sepak bola menerapkan sejumlah kebijakan, termasuk pembatasan kehadiran suporter tamu dan pengamanan berlapis.

Menjelang laga panas yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2026, perhatian kembali tertuju pada rekam jejak rivalitas ini. Pengamanan pertandingan menjadi fokus utama agar tragedi masa lalu tidak terulang, sehingga rivalitas tetap menjadi tontonan penuh gengsi tanpa memakan korban.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
32
23
6
3
57
21
36
75
2
Borneo FC
32
24
3
5
67
30
37
75
3
Persija
32
20
5
7
59
28
31
65
4
Dewa United
32
16
5
11
44
35
9
53
5
Persebaya
32
14
10
8
49
35
14
52
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved