Liga Spanyol
Nasib Berbeda di Leverkusen dan Real Madrid, Xabi Alonso Kalah dengan Ego dan Kepercayaan
Ulasan mengapa kerjasama Xabi Alonso dengan Real Madrid berakhir hanya dalam waktu tujuh setengah bulan, minimnya kepercayaan dan kuatnya ego.
Ringkasan Berita:
- Real Madrid mengakhiri kerjasama dengan Xabi Alonso setelah gagal juara Piala Super Spanyol karena dikalahkan Barcelona yang terjadi pada Selasa (13/1).
- Hal-hal yang harus dihadapi Xabi Alonso di Real Madrid adalah soal kepercayaan dan ego pemain.
- Xabi Alonso lelah hingga akhirnya mengambil kesepakatan pemutusan kontrak dengan Real Madrid.
TRIBUNNEWS.COM - Xabi Alonso mau tidak mau harus mengikhlaskan posisi impiannya sebagai pelatih kepada Real Madrid. Setelah tujuh bulan setengah kedua belah pihak menjalin kerjasama, kesepakatan pun akhirnya berakhir. Xabi Alonso berpisah dengan Real Madrid pada Senin (12/1/2026) waktu Spanyol.
Real Madrid menggambarkan, kepergian Xabi Alonso adalah hasil kesepakatan bersama antara klub dan sang pelatih. Xabi sejatinya masih memiliki kontrak hingga 2028 mendatang sejak manangani Los Blancos mulai Piala Dunia Antarklub pertengahan tahun 2025.
Laporan BBC menyebutkan, sekitar pukul 16.30 waktu Spanyol, Xabi bertemu dengan dewan direksi Real Madrid untuk membahas keberlanjutan proyek ini.
Xabi dinilai belum mampu menerapkan sepak bola yang membuatnya sukses di Bayer Leverkusen.
Kondisi pemain dianggap tidak ideal, tidak menunjukkan peningkatan, dan terlihat apa yang mereka tampilkan di lapangan seakan tidak bermain sesuai arahan pelatih.
Selama fase kepelatihannya, beberapa laga menjadi sorotan, mulai dari PSG di semifinal Piala Dunia Antarklub di mana Real Madrid kalah telak.
Kemudian Atletico Madrid (5-2), dan yang terbaru di final Piala Super Spanyol atas Barcelona.
Tapi, Xabi berhasil membawa Real Madrid bersaing di delapan besar klasemen fase liga Liga Champions, melaju ke babak selanjutnya Copa Del Rey, dan kini terpaut empat angka dengan Barcelona di pertengahan musim Liga Spanyol.
Apa yang dialami Xabi Alonso tak sepenuhnya bersumber pada dirinya. Xabi menukangi tim elit Spanyol, Eropa, bahkan yang merupakan salah satu tersohor di dunia sepak bola.
Pelatih asal Busque itu tentu tidak asing karena pernah menjadi skuad Los Blancos dengan berbagai tekanan untuk menjadi sukses.
Kepercayaan
Saat penyerahan medali dan perayaan juara Barcelona kemarin, terlihat klip video yang menunjukkan sebuah otoritas bagi sejumlah pihak, pengamat, dan beberapa analisis maupun mantan pesepak bola.
Video tersebut menayangkan bagaimana Xabi meminta anak asuhnya untuk tetap tinggal di lapangan untuk melihat Barcelona merayakan juara karena itu bagian dari keanggunan olahraga.
Tapi momen itu tidak terwujud, di sisi lain memperlihatkan bagaimana Mbappe mengajaknya dan rekan-rekannya untuk meninggalkan lapangan sehingga Xabi pun berpaling dan ikut dengan timnya.
Kejadian itu menyiratkan sesuatu yang berbeda, bahwa tim, bukan pelatih, yang memegang kendali.
Baca juga: Xabi Alonso Resmi Angkat Koper dari Real Madrid, Efek Domino Dikalahkan Barcelona di Final
Sejak awal penunjukkan Xabi menukangi Real Madrid sudah ada keraguan dan soal kepercayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ekspresi-Pelatih-Real-Madrid-Xabi-Alonso-kalah-4-0-dari-PSG.jpg)