Liga Italia
Mengkritik Christian Pulisic, Jangan Keblinger Merasa bak Ronaldo Fenomeno
Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, mengkritik Christian Pulisic untuk tidak merasa jemawa dan sudah berada di level Ronaldo Nazario de Lima.
Ringkasan Berita:
- Fabio Capello memberikan kritik kepada Christian Pulisic setelah AC Milan gagal meraih kemenangan atas Fiorentina
- Christian Pulisic diminta untuk tak keblinger merasa dirinya layaknya Ronaldo Nazario de Lima
- Christian Pulisic kini menjadi top skor kedua di Serie A 2025/2026 dengan delapan gol, tertinggal dua lesakan dari top skorer sementara Lautaro Martinez
TRIBUNNEWS.COM - Pendulang gol ulung AC Milan, Christian Pulisic diminta untuk tak keblinger merasa dirinya berada di level yang sama dengan Ronaldo Nazario de Lima.
Kritik aksi Christian Pulisic di laga melawan Fiorentina, Minggu (11/1), mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello menilai seharusnya langsung menembak, bukan meniru Ronaldo.
Christian Pulisic jadi sorotan tajam setelah hasil imbang 1-1 AC Milan melawan Fiorentina di Artemio Franchi, Tuscan, Italia.
Bintang asal Amerika Serikat tersebut melewatkan beberapa peluang emas, termasuk percobaan melewati kiper David De Gea.
Aksi yang berujung gagal tersebut tidak luput dari perhatian mantan pelatih asal Italia, Fabio Capello.
Menurutnya, Pulisic harusnya langsung menembak. Capello menilai hanya Ronaldo Nazario yang bisa melakukan aksi melewati kiper di sudut sempit.
“Pulisic melakukan semuanya, dengan bantuan Fullkrug. Duo penyerang itu menciptakan dua atau tiga peluang mencetak gol secara tiba-tiba, tetapi pemain Amerika itu secara tidak biasa melewatkan semuanya.” ujar Capello, dikutip dari laman Milannews.
“Kesalahan yang tidak biasa baginya, seperti ketika dia mencoba melewati De Gea alih-alih menembak, padahal tidak ada ruang: di ruang itu, hanya Ronaldo Fenomeno yang berhasil menggiring bola melewati kiper dan mencetak gol.
“Namun, di luar insiden-insiden tersebut, sikap Milan sejak awal tidak meyakinkan saya. Oke, mungkin Max sedikit melebih-lebihkan, tetapi yang terpenting, ketegasan dan keinginan untuk menyerang lawan sangat kurang.”
“Dan dalam hal detail ini, pergantian kepemilikan bola tidak banyak hubungannya. Jika Anda selalu menunggu dan mundur, tetap pasif, cepat atau lambat, Anda akan kebobolan. Justru, ketika Fiorentina sedikit meningkatkan tempo, mereka unggul," sambung pria yang pernah membesut timnas Inggris dan AS Roma.
Performa Impresif Pulisic di Musim 2025/2026
Di tengah persaingan ketat perebutan gelar Serie A, Milan kini mulai memusatkan perhatian pada satu keputusan penting di balik layar: masa depan kontrak Pulisic.
Sejak didatangkan, Pulisic perlahan namun pasti berkembang menjadi senjata paling mematikan di lini serang Milan.
Pada kompetisi Serie A musim berjalan, pemain berusia 27 tahun itu tercatat sebagai top skor sementara kedua liga dengan koleksi delapan gol, hanya kalah dari penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez yang mengemas 10 lesakan.
Baca juga: Terbatasnya Penyerang AC Milan, Fullkrug yang Disiapkan Jadi Senjata Allegri Malah Cedera
Catatan tersebut terasa semakin impresif karena Pulisic sempat absen dan bermain dengan menit terbatas akibat sakit serta masalah fisik ringan.
Namun, pengaruh Pulisic tak hanya tercermin dari angka. Ia kerap menjadi pembeda, baik saat tampil sebagai starter maupun ketika masuk dari bangku cadangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-Christian-Pulisic-usai-cetak-gol-ke-gawang-Verona-di-Liga-Italia.jpg)