Liga Spanyol
Barcelona Tiru Cara Licik Real Madrid, La Masia Jadi Sumber Bisnis
Barcelona mulai tiru cara lirik Real Madrid di bursa transfer dengan menaruh klausul penjualan kembali demi meraup untung.
Ringkasan Berita:
- Barcelona meniru strategi Real Madrid dengan menerapkan klausul buy back dan persentase penjualan kembali pada pemain muda La Masia.
- Kasus Angel Alarcon jadi contoh nyata, di mana Barcelona tetap mendapat 50 persen dari transfer berikutnya dan punya opsi membelinya kembali.
- Langkah ini untuk menghindari kesalahan masa lalu seperti Dani Olmo, sekaligus menjadikan La Masia sebagai aset olahraga dan bisnis jangka panjang.
TRIBUNNEWS.COM – Barcelona mulai mengadopsi strategi transfer yang selama ini identik dengan rival abadi mereka, Real Madrid. Blaugrana kini menerapkan klausul penjualan kembali pada pemain muda, menjadikan La Masia bukan hanya sebagai sumber talenta, tetapi juga aset bisnis jangka panjang.
Langkah terbaru terlihat dalam proses kepindahan mantan penyerang akademi Barcelona, Angel Alarcon, yang saat ini memperkuat tim akademi Porto.
Klub sekota Barcelona, Espanyol dikabarkan tengah melakukan negosiasi serius untuk memboyong Angel Alarcon, dikutip dari Marca.
Meski secara langsung transfer ini melibatkan Espanyol dan Porto, Barcelona tetap memiliki kepentingan besar di dalamnya.
Saat Alarcon dilepas ke Porto, Blaugrana menyisipkan klausul penjualan kembali sebesar 50 persen dari nilai transfer berikutnya.
Artinya, setiap kepindahan Alarcon di masa depan akan tetap memberikan pemasukan langsung bagi Barcelona.
Tak hanya itu, dalam kesepakatan lanjutan menuju Espanyol, Barcelona juga dikabarkan kembali menyertakan klausul buy back yang memungkinkan mereka memulangkan Alarcon dengan harga tertentu jika sang pemain berkembang pesat.
Model ini jelas meniru pola sukses Real Madrid, yang selama bertahun-tahun menjadikan klausul pembelian kembali sebagai senjata strategis dalam pengelolaan pemain muda.
Los Blancos kerap melepas talenta akademinya ke klub lain, namun tetap menjaga kontrol atas masa depan mereka.
Jika sang pemain berkembang signifikan, Madrid bisa mengaktifkan klausul buy back dengan biaya relatif murah atau mendapatkan keuntungan besar dari persentase penjualan.
Salah satu contoh nyata adalah Nico Paz, yang dijual Real Madrid ke Como dengan skema serupa.
Baca juga: Transfer Diam-diam Real Madrid: Harga Murah Nico Paz untuk Kembali Pulang
Gambaran Klausul Nico Paz
Como ternyata tidak memegang kendali penuh atas masa depan Nico Paz. Playmaker muda asal Argentina itu masih berada di bawah bayang-bayang Real Madrid, meski kini berstatus sebagai pemain klub Serie A tersebut.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Real Madrid dilaporkan menggagalkan langkah ambisius Tottenham Hotspur yang ingin merekrut Nico Paz dengan nilai fantastis mencapai 70 juta euro, dikutip dari Fabrizio Romano.
Spurs disebut sangat serius memburu Paz dan bahkan telah mengajukan tawaran resmi kepada Como. Namun, proposal bernilai tinggi itu langsung ditolak mentah-mentah.
Penolakan tersebut bukan semata keputusan Como. Di balik layar, Real Madrid memiliki peran krusial dalam menentukan nasib sang pemain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mantan-akademi-Barcelona-Angel-Alarcon-yang-saat-ini-membela-Porto.jpg)