Piala Afrika
6 Panenka Pembawa Patah Hati: Lionel Messi 2 Kali, Brahim Diaz Dibalut Konspirasi
Teori konspirasi dan kontroversi warnai kegagalan penalti Brahim Diaz, termasuk rangkuman 6 kegagalan paneka di jagat sepak bola dunia.
Ringkasan Berita:
- 6 momen panenka yang memilukan yang terjadi di jagat sepak bola dunia
- Lionel Messi sebagai pesepak bola dunia yang dilabeli sebagai GOAT bahkan merasakan dua kali kegagalan penalti ala panenka
- Sedangkan teranyar yang jadi buah bibir adalah kegagalan panenka Brahim Diaz yang akibatkan Maroko batal juara Piala Afrika 2025
TRIBUNNEWS.COM - Brahim Diaz menjadi buah bibir setelah kekalahan Maroko di final Piala Afrika 2025 atas Senegal. Momen panenka Brahim Diaz berujung teori konspirasi.
Tendangan Panenka adalah teknik tendangan penalti di sepak bola di mana pemain mencungkil bola pelan ke tengah gawang, mengandalkan kiper yang biasanya sudah melompat ke sisi gawang untuk mengantisipasi tendangan keras.
Teknik ini dipopulerkan oleh pemain Cekoslowakia, Antonin Panenka, di final Euro 1976, dan membutuhkan keberanian serta mental kuat karena jika gagal akan sangat memalukan.
Tak sembarang pesepak bola berani memilih panenka dalam tembakan penalti, karena risikonya terlalu besar.
Dalam case kegagalan Maroko menjuarai Piala Afrika 2025 karena faktor terbesar adalah panenka Brahim Diaz, TheNational merangkum 6 momen kegagalan panenka dari pesepak bola dunia di laga krusial, meliputi:
1. Brahim Diaz - Final Piala Afrika 2025
Final Piala Afrika 2025 banyak cerita termasuk teori konspirasi. Laga Senegal vs Maroko di Stadion Prince Moulay Abdallah, Senin (19/1) dini hari WIB, memicu perdebatan panjang. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal keadilan.
Senegal keluar sebagai juara setelah menang 1-0. Gol Pape Gueye pada menit ke-94 menjadi penentu. Namun, sorotan publik justru tertuju pada momen sebelum itu.
Maroko memperoleh penalti pada injury time babak kedua. Situasi kacau terjadi setelah pemain Senegal melakukan aksi walk-out. Konsentrasi pertandingan terpecah.
Di tengah ketegangan itu, Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti. Panenka yang dipilihnya dibaca dengan mudah oleh Edouard Mendy. Dari situlah teori konspirasi mulai berkembang.
Brahim Diaz berada dalam tekanan ekstrem. Maroko menunggu gelar Piala Afrika selama 50 tahun. Satu tendangan bisa mengubah sejarah.
Baca juga: From Hero to Zero, Gelar Top Skor Piala Afrika 2025 Brahim Diaz Hambar
Karena itu, keputusan mengambil risiko dianggap tidak masuk akal. Sebagian pihak mulai bertanya-tanya. Sports Illustrated bahkan membuat laporan tentang munculnya dugaan bahwa kegagalan itu disengaja.
Bahkan, ada teori bahwa penalti itu dibiarkan gagal demi 'keadilan' atas keputusan kontroversial wasit. Spekulasi ini cepat menyebar di media sosial dan forum sepak bola.
2. Lionel Messi - Inter Miami vs Charlotte di MLS 2025
Soal gagal eksekusi penalti panenka, Lionel Messi bahkan sampai dua kali memiliki kenangan pahit tersebut.
Pada September 2025, Lionel Messi menelan pahit panenkanya berhasil ditebak kiper Kristijan Kahlina pada pertandingan Inter Miami melawan Charlotte.
Imbas dari kegagalan panenka tersebut dibayar mahal oleh Lionel Messi dkk. setelah Charlotte menutup pertandingan dengan kemenangan tiga gol tanpa balas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Timnas-Maroko-Brahim-Diaz-2712.jpg)