Super League
Protes Suporter Berbuntut Denda, Persis Solo Disanksi Rp250 Juta Gara-gara Flare
Persis Solo didenda Rp250 juta akibat aksi flare suporter. Lolos dari sanksi berat, namun denda ini jadi beban di tengah ancaman degradasi.
Ringkasan Berita:
- Persis Solo didenda Rp250 juta oleh Komdis PSSI akibat aksi flare suporter saat laga kandang vs Persita pada 4 Januari 2026. Keputusan diumumkan 21 Januari 2026 dan telah diterima klub.
- Persis lolos dari sanksi berat seperti laga tanpa penonton atau pengurangan poin karena tidak ada kericuhan serius meski pertandingan sempat dihentikan akibat asap flare.
- Saat ini Laskar Sambernyawa berada di zona degradasi dan menghadapi laga berat kontra Borneo FC dan Persib.
TRIBUNNEWS.COM - Persis Solo resmi dijatuhi sanksi denda sebesar Rp250 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden penyalaan flare oleh oknum suporter selama pertandingan Super League (2025/2026).
Sanksi ini diumumkan pada 21 Januari 2026, dan manajemen klub menyatakan telah menerimanya secara resmi.
Kabar baik bagi Laskar Sambernyawa, Persis lolos dari sanksi berat seperti pertandingan tanpa penonton atau pengurangan poin, karena tidak ada kericuhan serius atau ancaman keamanan pasca-insiden.
"Kami sudah menerima keputusan, sanksinya denda sebesar Rp250 juta. Hanya itu saja," ujar Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, dikutip dari BolaSport, pada Kamis (22/1/2026).
Meski hanya Rp250 juta, tentu angka tersebut cukup terasa berat bagi Persis. Apalagi tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu membutuhkan dana demi merombak skuad untuk putaran kedua.
"Rp 250 juta bukan angka kecil," kata Ginda.
"Jelas jadi beban tambahan, apalagi Persis masih ingin merombak beberapa pemain," tambahnya.
Adapun insiden flare terjadi pada laga kandang Persis Solo melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu, 4 Januari 2026 (pekan ke-16 Super League 2025/2026).
Aksi dimulai sekitar menit ke-80 hingga menit ke-82, ketika asap tebal dari flare menyelimuti stadion dan memaksa wasit menghentikan sementara pertandingan.
Flare dinyalakan di tribun selatan terlebih dahulu, kemudian menyebar ke berbagai sektor tribun, bahkan ada yang dilempar ke lapangan.
Akibatnya, visibilitas pemain dan ofisial terganggu, dan laga sempat terhenti beberapa menit.
Baca juga: Persis Solo Datangkan 2 Pemain Asal Serbia, Misi Penyelamatan dari Degradasi Dimulai
Alasan utama suporter menyalakan flare adalah bentuk protes dan kekecewaan mendalam terhadap performa tim yang buruk.
Saat itu, Persis Solo berada di posisi juru kunci klasemen Super League dengan hanya mengumpulkan 7 poin dari 16 pertandingan, rekor buruk yang terus berlanjut.
Akibatnya, suporter merasa frustrasi atas hasil mengecewakan, terutama kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang di laga tersebut.
Aksi tersebut sebagai ekspresi kemarahan atas "performa memble" Persis Solo, di mana suporter ingin menyampaikan pesan agar manajemen dan pemain segera memperbaiki kondisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Super-League-Persita-Benamkan-Persis-3-1_20260105_063749.jpg)