Piala Dunia 2026
Pejabat Bola Belanda Tanggapi Wacana Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
KNVB atau Asosiasi Sepak Bola Belanda mempertimbangkan banyak hal untuk memboikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat di tengah gejolak internasional
Ringkasan Berita:
- KNVB memberikan tanggapan soal wacana boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
- Belanda masih terus melihat situasi sebelum mengambil keputusan besar tersebut.
- Mereka berkomunikasi dengan pemerintah, UEFA, dan FIFA untuk terus mendapatkan pandangan baru.
TRIBUNNEWS.COM - Tindakan Amerika Serikat yang membatasi dan melarang kedatangan warga dari banyak negara ke wilayahnya menjelang Piala Dunia 2026 menimbulkan huru-hara.
Turnamen Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi perayaan besar bagi para pemain dan penonon terancam tak berbekas.
Amerika Serikat, hingga kini, masih terus memberlakukan larangan masuk kepada warga dari 75 negara.
Beberapa negara yang mendapatkan larangan itu juga termasuk peserta Piala Dunia 2026.
Negara seperti Brasil, Uruguay, Kolombia, hingga Senegal masuk dalam daftar cekal itu.
Baca juga: Bendera Piala Dunia Bisa Jerat Pidana? Pedagang Musiman Gugat KUHP Baru ke MK
Pemerintahan Presiden Donald Trump memang memberikan pengecualian kepada para atlet untuk bisa masuk meski berasal dari negara yang dilarang.
Namun tak ada jaminan yang sama bagi penggemar yang datang, meski sudah punya tiket Piala Dunia.
Akhir-akhir ini mulai muncul wacana soal boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Beberapa negara pun mulai memberikan tanggapan terkait isu itu.
Salah satu tanggapan datang dari Asosiasi Sepak Bola Belanda atau KNVB.
Sekretaris Jenderal KNVB, Gijs de Jong, menyatakan pendapat resmi dari organisasinya.
Ia menyebut KNVB terus memantau situasi internasional.
Mereka juga berkomunikasi dengan pemerintah Belanda sebelum mengambil keputusan resmi.
"Kita semua hidup di dunia yang berubah dengan sangat cepat. Kami juga terus memantau apa yang terjadi di dunia internasional, segala perkembangan yang terjadi dan berkonsultasi dengan FIFA, UEFA, dan Kementerian Luar Negeri," ungkap Gijs dikutip dari Sportbible.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/euro-2024-belanda-inggris-harry-kane-denzel-dumfries.jpg)