Liga Italia
Bukan Sekadar Loyalitas, Perpanjangan Kontrak Mike Maignan Bikin AC Milan Hemat Besar
Perpanjangan kontrak Mike Maignan bukan sekedar loyalitas, namun membuat AC Milan dapat menghemat pengeluaran klub sekitar Rp130 miliar per musim.
Ringkasan Berita:
- Milan perpanjang Maignan: AC Milan resmi memperpanjang kontrak Mike Maignan dengan gaji €5 juta per musim plus bonus, menegaskan prioritas mempertahankan pemain kunci.
- Keuntungan finansial besar: Berkat Growth Decree dan berakhirnya amortisasi transfer lama, biaya Maignan jauh lebih efisien dibanding merekrut kiper baru.
- Pilar tak tergantikan: Konsistensi Maignan sejak 2021, termasuk peran di scudetto 2021/2022, membuat Milan menilai perpanjangan kontrak sebagai keputusan strategis.
TRIBUNNEWS.COM – Aspek keuangan dari perpanjangan kontrak Mike Maignan menegaskan betapa pentingnya bagi AC Milan untuk mempertahankan pemain bintangnya, alih-alih memulai ulang dengan merekrut pemain baru.
Kesepakatan baru Maignan kini menjadi contoh nyata strategi finansial yang lebih efisien bagi Rossoneri.
Topik perpanjangan kontrak memang menjadi isu sensitif di AC Milan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kepergian Gianluigi Donnarumma dan Hakan Calhanoglu secara gratis.
Kekhawatiran serupa sempat muncul ketika negosiasi kontrak Mike Maignan mengalami kebuntuan dan memunculkan spekulasi bahwa kiper asal Prancis itu bisa menyusul pendahulunya hengkang.
Namun, situasi berbalik arah setelah kedatangan Massimiliano Allegri beserta stafnya. Manajemen AC Milan akhirnya berhasil membujuk Maignan untuk memperpanjang masa baktinya.
Kesepakatan baru diumumkan pekan lalu dengan nilai gaji sebesar €5 juta (sekitar Rp99,5 miliar) per musim, ditambah bonus hingga €2 juta (sekitar Rp39,8 miliar) per tahun, dikutip dari Milan Sempre.
Dari sisi keuangan, laporan terbaru memperjelas keuntungan besar dari keputusan tersebut.
Perpanjangan kontrak Maignan akan berlaku mulai Juli mendatang, tepat setelah kontrak lamanya berakhir. Dengan gaji baru tersebut, AC Milan akan menanggung biaya sekitar €6,55 juta bruto per tahun.
Angka tersebut tergolong jauh lebih ringan berkat keberlakuan Dekret Pertumbuhan (Growth Decree). Tanpa keringanan pajak tersebut, gaji Maignan seharusnya menelan biaya hingga €9,25 juta (sekitar Rp130 miliar) bruto per musim.
Baca juga: Strategi Diam-diam AC Milan: Pemain Pinjaman Bisa Bikin Rossoneri Kaya Raya
Meski aturan ini sudah dihapus untuk pemain baru demi mendorong penggunaan pemain Italia, Maignan masih berhak atas keringanan tersebut karena dapat diperpanjang hingga lima tahun setelah periode awal, dengan syarat tertentu seperti kepemilikan tempat tinggal atau keluarga di Italia.
Bukan hanya soal pajak, keputusan AC Milan menunggu kontrak lama Maignan habis sebelum kontrak baru berlaku juga memberi keuntungan besar.
Dengan berakhirnya kontrak lama, AC Milan telah menyelesaikan seluruh proses amortisasi biaya transfer Maignan yang bernilai €16,4 juta (sekitar Rp326 miliar) sejak didatangkan pada 2021.
Artinya, mulai musim depan Rossoneri tidak lagi menanggung beban amortisasi tahunan untuk Maignan dan hanya perlu membayar gaji kotornya.
Kondisi ini sangat berbeda jika Milan memilih mendatangkan kiper baru, yang otomatis akan memulai siklus amortisasi dari awal.
Situasi tersebut menegaskan pentingnya perpanjangan kontrak pemain bintang bagi klub seperti AC Milan. Dalam kasus Maignan, tawaran besar untuk mempertahankannya dinilai sangat sepadan, baik dari sisi teknis maupun finansial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kiper-prancis-ac-milan-mike-maignan-bereaksi-usai-lawan-napoli.jpg)