Liga Arab Saudi
Akhir Protes Ronaldo: Petinggi Al Nassr Tersingkir, Gaji Karyawan Cair, Sohib CR7 Kembali Berkuasa
Aksi mogok main Cristiano Ronaldo di Al Nassr tak berakhir sia-sia. Krisis internal justru mengukuhkan pengaruh CR7 sebagai figur paling sentral.
Ringkasan Berita:
- Protes Cristiano Ronaldo berujung perubahan besar di Al Nassr, termasuk tersingkirnya sejumlah petinggi dan kembalinya orang-orang dekatnya ke posisi strategis.
- Gaji karyawan yang sempat tertunggak akhirnya dibayarkan, memperkuat citra Ronaldo sebagai figur yang memperjuangkan hak internal klub.
- CR7 kini disebut memiliki pengaruh penuh dalam kebijakan transfer dan arah manajemen, menegaskan posisinya sebagai sosok paling berkuasa di Al Nassr.
TRIBUNNEWS.COM - Krisis internal Al Nassr yang sempat mengguncang ruang ganti kini memasuki babak baru.
Cristiano Ronaldo keluar sebagai pihak paling diuntungkan setelah protes terbukanya terhadap kebijakan klub berujung pada perubahan struktural besar.
Orang-orang terdekat Ronaldo kembali ke lingkar kekuasaan menyusul tersingkirnya sejumlah petinggi klub.
Awalnya, Ronaldo dikabarkan geram terhadap buruknya manajemen dan kebijakan transfer yang dinilai tak seimbang dibanding rival utama, Al Hilal.
Ketidakpuasan itu bahkan membuatnya “mogok” tampil dalam sejumlah laga yang dimainkan Al Nassr. Tercatat CR7 absen di dua laga Liga Arab Saudi.
Namun kini, Ronaldo telah mengakhiri aksi protesnya. Pelatih Al Nassr, Jorge Jesus memastikan sang kapten siap tampil lagi.
Namun demikian, bukan pada laga di Liga Champions Asia 2, melainkan pada pertandingan Liga Arab Saudi akhir pekan nanti saat melawan Al Fateh.
"Kami lebih memilih untuk mengistirahatkan Cristiano Ronaldo dan para pemain kunci karena tekanan pertandingan dan pertandingan penting mendatang melawan Al Fateh pada tanggal 15 Februari," ujar Jorge Jesus jelang melawan Arkadag di LCA 2.
Baca juga: Jadwal Liga Arab Saudi Pekan Ini: Al Fateh vs Al Nassr, Jorge Jesus Beri Sinyal Mainkan Ronaldo
Di balik protes itu, rupanya ada masalah besar di internal Al Nassr, bahkan sampai membuat karyawan menerima keterlambatan gaji.
Gaji yang tertunggak itu juga salah satu alasan kuat Ronaldo melancarkan aksi protes dengan mogok bermain untuk Al Nassr.
Jadi, tidak semata-mata mengenai persoalan dukungan kurangnya aktivitas transfer selama musim dingin Januari 2026 lalu.
Media Protugal, Apolla, malaporkan beberapa jam terakhir semua gaji karyawan Al Nassr yang terlambat telah dicairkan.
Rampungnya tunggakan gaji ini membuat Ronaldo dipandang bukan sekadar memperjuangkan ambisi pribadi.
Ronaldo mendapat pujian dengan tampil sebagai “pemimpin serikat kaum kecil” di dalam klub, membela staf yang tak punya suara sebesar pemain bintang.
Akhir protes Ronaldo juga membuat adanya perubahan di jajaran petinggi Al Nassr, menyeret Presiden klub Abdullah Al Majed serta Sekjen Mohammed Al Sukait.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-Bintang-Al-Nassr-Cristiano-Ronaldo-saat-pertandingan-melawan-Al-Okhdood.jpg)