Liga Inggris
Bapuknya Tottenham Sudah Tidak Termaafkan di Liga Inggris, Thomas Frank Angkat Koper
Bapuknya performa Tottenham Hotspur dalam mengarungi kompetisi Liga Inggris musim ini akhirnya membuat Thomas Frank pergi.
Namun satu hal yang pasti, kebapukan performa Tottenham musim ini sudah tidak bisa dimaafkan lagi oleh pihak klub.
Tottenham pun akhirnya mengambil keputusan besar dengan memberhentikan Thomas Frank dari jabatannya sebagai pelatih, sore ini.
Lewat laman resminya, Tottenham mengonfirmasi keputusan mereka untuk mengakhiri kerjasama dengan Thomas Frank.
Meskipun belum genap satu musim bekerjasama, Tottenham terpaksa mengambil keputusan ini demi kebaikan klub.
Thomas Frank yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi akhirnya hanya pasrah dan langsung angkat koper.
"Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim putra, dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini," bunyi pernyataan resmi Tottenham.
"Thomas diangkat pada Juni 2025, dan kami sudah memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama,"
"Namun, hasil dan performa klub ini telah membuat dewan menyimpulkan harus ada perubahan di titik ini,"
"Selama masa baktinya di klub, Thomas telah menunjukkan komitmen yang teguh, memberikan segalanya dalam upayanya memajukan klub,"
"Jadi kami ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan," tambahnya.
Perginya Thomas Frank hari ini secara tidak langsung membuat kursi kepelatihan Tottenham kosong.
Menariknya, kekosongan ini terjadi sebelum Thomas Frank mendampingi laga Tottenham vs Arsenal dalam tajuk laga Derbi London yang akan berlangsung pada akhir pekan ini.
Selama melatih Tottenham, Thomas Frank tercatat sudah mendampingi timnya bermain sebanyak 38 laga.
Apesnya, rata-rata poin yang ditorehkan Thomas Frank hanyalah 1,29 poin saja.
Catatan 13 kemenangan, 10 hasil imbang dan 15 kekalahan menodai rapor karier Thomas Frank di Tottenham.
Meskipun performa Tottenham lumayan impresif di Liga Champions, nyatanya hal itu tidak menolong nasib Thomas Frank, lantaran tidak bisa membawa timnya bersaing di Liga Inggris.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)