Liga Prancis
Kisruh Mason Greenwood dengan Marseille Buka Peluang Untung MU
Kisruh Greenwood dengan Marseille bisa membuat Manchester United untung besar jika sang pemain dijual pada bursa transfer musim panas 2026.
Ringkasan Berita:
- Olympique de Marseille dilanda kekacauan internal setelah pelatih Roberto De Zerbi dan direktur olahraga Mehdi Benatia sama-sama mundur.
- Masa depan Mason Greenwood ikut terancam, meski tampil tajam dengan 23 gol, akibat konflik internal dan ketidakjelasan proyek klub.
- Manchester United berpotensi diuntungkan, karena punya klausul penjualan kembali jika Marseille melepas Greenwood dengan harga sekitar £60 juta.
TRIBUNNEWS.COM – Kekacauan internal yang melanda Olympique de Marseille dalam sepekan terakhir kini menimbulkan tanda tanya besar terhadap masa depan Mason Greenwood di klub raksasa Liga Prancis tersebut.
Situasi di Marseille berubah drastis setelah pelatih kepala Roberto De Zerbi memutuskan angkat kaki, menyusul kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain (PSG) beberapa pekan lalu.
Kepergian De Zerbi menandai awal dari gejolak yang semakin membesar di internal klub.
Masalah Marseille tidak berhenti pada kepergian De Zerbi. Beberapa hari berselang, direktur olahraga klub, Mehdi Benatia, juga mengundurkan diri dari jabatannya.
Dalam pernyataan resminya, Benatia mengakui bahwa pengunduran dirinya dipicu oleh kegagalan komunikasi dan ketegangan internal yang terus meningkat.
“Sejak tiba di klub ini, saya selalu bertindak dengan sepenuh hati dan satu obsesi: mengembalikan Olympique de Marseille ke tempat yang seharusnya,” ujar Benatia, dikutip dari Mirror.
Ia menegaskan bahwa Marseille masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Liga Champions dan meraih trofi Coupe de France, namun situasi internal yang tidak kondusif membuatnya memilih mundur.
“Saya merasakan ketidakpuasan yang semakin meningkat dan kegagalan komunikasi yang sangat saya sesalkan. Di Marseille, hasil adalah satu-satunya ukuran yang sesungguhnya,” tambahnya.
“Oleh karena itu, saya mengajukan pengunduran diri karena klub akan selalu lebih penting daripada individu. Saya tidak ingin kehadiran saya menjadi beban bagi organisasi dan perkembangan klub," jelasnya.
Baca juga: MU Cari Duplikat McTominay, INEOS Siapkan Dana Rp919 Miliar demi Tebus Marcos Llorente
Menurut laporan L’Equipe, hubungan antara Benatia dan Greenwood dikabarkan memburuk sejak lama.
Keduanya disebut saling mengabaikan, dengan Benatia menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap Greenwood, baik terkait performa maupun sikap sang pemain di luar lapangan.
Laporan tersebut juga mengklaim bahwa Greenwood dianggap kurang menjalankan tanggung jawab komersial klub pada musim panas lalu, sebuah hal yang membuat mantan bek Bayern Munich dan Juventus itu geram.
Ironisnya, konflik tersebut terjadi di tengah performa Greenwood yang sangat impresif. Penyerang berusia 24 tahun itu telah mencetak 23 gol di semua kompetisi musim ini, menjadikannya salah satu aset paling berharga Marseille.
Namun, atmosfer klub yang memanas dan ketidakpastian arah proyek pasca kepergian De Zerbi serta Benatia berpotensi mendorong Greenwood untuk mencari tantangan baru di luar Prancis.
Manchester United Bisa Panen Uang
Jika Greenwood benar-benar meninggalkan Marseille, Manchester United berpeluang meraup keuntungan besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mason-greenwood-penyerang-marseille.jpg)