Liga Inggris
Bangga Jadi Muslim, Hugo Ekitike Sambut Ramadan Pertamanya di Liverpool
Bangga jadi seorang Muslin, Hugo Ekitike membagikan pandangannya tentang bulan suci Ramadan bersama klub barunya, Liverpool.
Ringkasan Berita:
- Hugo Ekitike menjalani Ramadan 2026 pertamanya bersama Liverpool dan merasa lingkungan klub sangat mendukung pemain Muslim.
- Ia menyebut Ramadan sebagai momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan keluarga.
- Dukungan keluarga dan rekan setim seperti Mohamed Salah dan Ibrahima Konate membuatnya semakin nyaman menjalani ibadah puasa.
TRIBUNNEWS.COM – Penyerang Hugo Ekitike membagikan pandangannya tentang bulan suci Ramadan bersama klub barunya, Liverpool.
Ekitike didatangkan dari Eintracht Frankfurt pada Juli 2025 dengan harga Rp1,6 triliun dan dikontrak hingga 2031, dikutip dari Transfermarkt.
Pemain berusia 23 tahun itu telah mencetak 15 gol dan 4 assist dalam 35 penampilannya bersama The Reds.
Ramadan edisi 2026 menjadi momen yang sangat spesial bagi Ekitike. Pasalnya, untuk pertama kalinya ia menjalani bulan suci tersebut sebagai pemain Liverpool, klub yang baru saja ia bela.
Bagi striker asal Prancis itu, suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda sekaligus menenangkan. Ia menyebut lingkungan The Reds sangat ramah bagi para pemain Muslim.
Di skuad Liverpool saat ini, terdapat beberapa pemain Muslim seperti Mohamed Salah dan Ibrahima Konate.
Kehadiran mereka membuat Ekitike merasa lebih nyaman dalam menjalankan ibadah puasa di rumah barunya.
Makna Ramadan bagi Ekitike
Dalam wawancara tersebut, Ekitike membuka percakapan dengan perkenalan sederhana namun sarat makna.
“Perkenalkan saya Hugo Ekitike dan saya seorang Muslim," ucap Ekitike dikutip dari Instagram Liverpool.
Saat ditanya mengenai arti Ramadan, ia menjelaskan bahwa bulan suci ini memiliki dimensi spiritual yang sangat dalam baginya.
“Saya pikir ini adalah bulan yang baik untuk lebih mendekatkan diri dengan agama dan kerabat Anda, melakukan perbuatan baik, dan seperti menjadi lebih murni daripada biasanya," kata pemain asal Prancis itu.
Baca juga: Antisipasi Mo Salah Pergi, Liverpool Incar Permata Newcastle Rp2,1 Triliun
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk memperbaiki diri, mempererat hubungan dengan keluarga, serta meningkatkan kualitas spiritual.
Ketika ditanya tentang tradisi yang paling ia nantikan, Ekitike menegaskan bahwa puasa adalah bagian utama yang ia jalani dengan penuh kesungguhan.
“Yang jelas saya akan berpuasa. Menjalani puasa selama sebulan, menerima tamu di rumah, makan malam bersama dan ya, seperti lebih dekat dengan Tuhan daripada biasanya," kata Ekitike.
"Tapi meskipun bukan bulan Ramadan, kami tetap berusaha untuk selalu dekat dengan Tuhan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-gol-perdana-Hugo-Ekitike-di-laga-perdana-Derby-Merseyside.jpg)