Kamis, 11 Juni 2026

Liga Spanyol

Laporta Bocorkan Penolakan Rp4,9 Triliun dari PSG untuk Lamine Yamal

Di tengah isu krisis finansial melanda Barcelona, Joan Laporta justru pamer pernah tolak tawaran PSG Rp4,9 triliun untuk Lamine Yamal.

Tayang:
Editor: Dwi Setiawan
Foto oleh MIGUEL MEDINA / AFP
MERAYAKAN GOL - Penyerang Spanyol bernomor punggung 19 Lamine Yamal merayakan kemenangannya di akhir pertandingan semifinal UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Prancis di Munich Football Arena di Munich pada 9 Juli 2024. Di tengah isu krisis finansial yang melanda Barcelona, Joan Laporta justru pamer pernah tolak tawaran PSG Rp4,9 triliun untuk Lamine Yamal. 

Ringkasan Berita:
  • Pada musim panas 2024, PSG menawarkan €250 juta untuk mendapatkan Lamine Yamal, yang saat itu berusia 17 tahun.
  • Presiden Barcelona, Joan Laporta, menolak tawaran tersebut meski klub sedang dalam kondisi finansial sulit.
  • Keputusan ini kini terlihat visioner: Yamal berkembang menjadi pilar utama kesuksesan Barcelona, membantu meraih treble domestik musim lalu dan finis kedua dalam perebutan Ballon d’Or 2025.

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengenang salah satu keputusan paling berani dalam masa kepemimpinannya: menolak tawaran fantastis senilai €250 juta (sekitar Rp4,9 triliun) dari Paris Saint-Germain (PSG) untuk Lamine Yamal.

Pernyataan itu disampaikan Laporta saat peluncuran bukunya berjudul “Aixi hem salvat el Barca” (Beginilah cara kami menyelamatkan Barca), di tengah atmosfer menjelang pemilihan presiden baru Barcelona pada Maret 2026 mendatang.

Minat PSG terhadap Lamine Yamal muncul pada musim panas 2024.

Saat itu, klub raksasa Prancis tersebut baru saja kehilangan Kylian Mbappe yang hijrah ke Real Madrid, sehingga mereka mencari ikon baru di lini serang.

Meski baru berusia 17 tahun, Yamal sudah mencuri perhatian berkat performa impresifnya bersama Barcelona pada musim 2023/2024, era terakhir Xavi Hernandez sebagai pelatih Blaugrana.

Penampilan gemilang Yamal di Euro 2024 bersama timnas Spanyol, di mana ia turut membantu La Roja mengangkat trofi, semakin memperbesar minat PSG.

Pemain depan Spanyol bernomor punggung 19 Lamine Yamal merayakan keberhasilannya meraih penghargaan pemain muda terbaik turnamen setelah pertandingan final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada tanggal 14 Juli 2024. (Foto oleh Tobias SCHWARZ / AFP)
PEMAIN MUDA TERBAIK - Pemain depan Spanyol bernomor punggung 19 Lamine Yamal merayakan keberhasilannya meraih penghargaan pemain muda terbaik turnamen setelah pertandingan final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada tanggal 14 Juli 2024. (Foto Arsip, Juli 2024) (Tobias SCHWARZ / AFP)

Klub Paris itu pun melayangkan tawaran resmi sebesar €250 juta untuk mendapatkan tanda tangan Lamine Yamal.

Tawaran fantastis tersebut justru ditolak oleh Barcelona.

Laporta mengakui bahwa keputusan tersebut sempat menuai kritik, terutama mengingat kondisi finansial Barcelona yang masih rapuh saat itu.

“Ketika PSG menawarkan kami €250 juta untuk Lamine Yamal, dan kami menolaknya, dia baru berusia 17 tahun; beberapa orang mengira kami gila,” ujar Laporta, dikutip dari X @Jijantes FC.

Secara finansial, penjualan tersebut bisa menjadi solusi instan bagi krisis ekonomi klub. Namun manajemen Blaugrana memilih mempertahankan aset jangka panjang yang mereka yakini sebagai fondasi masa depan klub.

Barcelona memang memiliki sejarah panjang dengan krisis keuangan yang signifikan, sebagian besar terkait ambisi besar mereka dalam pembangunan infrastruktur dan mempertahankan kompetitifitas olahraga.

Berikut rangkuman krisis utama mereka sepanjang sejarah Barcelona dikutip dari ESPN:

1381 – Kebangkrutan Kerajaan Catalan-Aragon

  • Kerajaan Catalan-Aragon jatuh ke dalam kebangkrutan.
  • Dampaknya meluas ke sektor finansial, menghancurkan bankir utama kota Barcelona.
  • Meskipun ini konteks sejarah yang jauh sebelum klub modern, kondisi ini mencerminkan awal tradisi finansial yang rapuh di wilayah tersebut.

Baca juga: Janji Transfer di Pemilu Barcelona Memanas, Harry Kane Bantah Isu Gabung

1961 – Krisis Camp Nou

  • Pembangunan stadion baru (1954–1957) mengalami biaya membengkak empat kali lipat.
  • Presiden Francesc Miró Sans terpaksa mengundurkan diri karena beban finansial klub.
  • Krisis ini menjadi cerminan pertama bagaimana ambisi infrastruktur bisa memicu masalah ekonomi besar bagi Barcelona.
Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Barcelona
38
31
1
6
95
36
59
94
2
Real Madrid
38
27
5
6
77
35
42
86
3
Villarreal
38
22
6
10
72
46
26
72
4
Atlético Madrid
38
21
6
11
62
44
18
69
5
Betis
38
15
15
8
59
48
11
60
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved