Timnas Indonesia
Statistiknya Lebih Baik, Apa Alasan Tidak Dipanggilnya Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia?
Apa alasan Teja Paku Alam tidak mendapatkan panggilan Timnas Indonesia era John Herdman dibanding Nadeo, Ernando, hingga Cahya Supriadi?
Ringkasan Berita:
- Statistik Teja Paku Alam (Persib), Nadeo Argawinata (Borneo FC), Ernando Ari (Persebaya), dan Cahya Supriadi (PSIM) kiper yang mendapat panggilan John Herdman ke Timnas Indonesia kecuali Teja.
- Alasan mengapa Teja tidak mendapat panggilan dan Herdman lebih memilih ketiga nama lainnya, berdasarkan statistik.
- Faktor usia juga bisa menjadi salah satu penilaian jika John Herdman mengincar regenerasi dalam programnya.
TRIBUNNEWS.COM - 'Timnas Calling' pertama setelah lima bulan resmi dirilis pada Senin (9/3/2026). Ini jadi panggilan pertama Timnas Indonesia di era John Herdman. Siapa saja yang mendapat panggilan dan terabaikan, terutama di sektor mistar gawang?
Sejak pagi, banyak pihak yang menyinggung nama Teja Paku Alam, dibandingkan tiga kiper lokal lainnya yang mendapat panggilan.
Untuk diketahui, pada kesempatan pertamanya, John Herdman memanggil 5 penjaga gawang yang notabene adalah langganan Timnas Indonesia, baik di level senior maupun kelompok umur.
Banyaknya penjaga gawang juga diiringi dengan melimpahnya skuad Timnas Indonesia yang mencapai 41 pemain untuk menjalani latihan pertama mereka di bawah kendali pelatih asal Inggris itu.
Lima penjaga gawang yang mendapat panggilan Herdman adalah Maarten Paes (Ajax, Belanda), Emil Audero (Cremonese, Italia), dan tiga pemain yang berkompetisi Super League, Nadeo Argawinata (Borneo FC), Ernando Ari (Persebaya), dan Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta).
Mengapa Teja Paku Alam (Persib) tidak dipanggil?
Performa Teja Paku Alam musim ini memang begitu impresif bersama Persib.
Kiper berusia 32 tahun tersebut mencatatkan 14 clean sheet alias tanpa kebobolan.
Jumlah yang paling banyak di antara penjaga gawang lainnya, dan calon kandidat kuat peraih sarung tangan emas musim ini.
Jika dibandingkan ketiga penjaga gawang yang mendapat panggilan Herdman, mereka tidak sampai dua digit.
Nadeo dan Cahya dengan koleksi 8 cleansheet, sementara Ernando satu angka lebih sedikit.
Jumlah kebobolan Teja juga yang paling baik, yakni 10 gol dari 23 pertandingan.
Sementara Nadeo 24 gol, Ernando (27), dan Cahya Supriadi yang paling banyak 28 gol.
Tapi, Teja masih kalah dibandingkan Nadeo, Ernando, dan Cahya dalam hal melakukan penyelamatan (saves).
Teja melakukan 49 penyelamatan dari jumlah pertandingan di atas, Nadeo (83), Ernando (78), dan Cahya (73) penyelamatan dari 24 pertandingan
Apakah jumlah kebobolan Teja terbantu karena lini pertahanan Persib yang lebih kuat dibandingkan Persebaya, Borneo FC, dan PSIM?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kiper-persib-bandung-teja-paku-alam-berlatih-sebagai-persiapan-liga-1.jpg)