Liga Italia
Sisa Derby Della Madonnina Milan vs Inter: Handball Ricci Picu Perdebatan, Pakar Wasit Angkat Bicara
Kemenangan AC Milan atas rival sekota Inter Milan dalam Derby della Madonnina masih menyisakan perdebatan panjang menyangkut handball Samuele Ricci.
Meski sudah ada penjelasan resmi, perdebatan tetap berlanjut di kalangan pengamat dan mantan pemain.
Legenda Inter Beppe Bergomi menilai wasit seharusnya meninjau ulang insiden itu lewat monitor di pinggir lapangan.
Sebaliknya, legenda Milan Alessandro Costacurta justru mendukung keputusan tersebut.
Ia menilai keputusan itu menjadi contoh bahwa tidak semua sentuhan tangan otomatis berujung penalti.
"Saya percaya kedekatan memengaruhi evaluasi VAR. Sampai sekarang, penalti seperti ini selalu diberikan. Namun, saya senang bahwa sesuatu telah berubah selama dua matchday terakhir," kata mantan bek Milan Costacurta kepada Sky Sport Italia.
"Menurut pendapat saya, jenis insiden ini tidak pernah menjadi penalti, tetapi sampai dua minggu yang lalu, memang demikian. Saya suka itu, mulai sekarang, itu tidak akan lagi dianggap seperti itu," ungkapnya.
Komentar menarik juga datang dari jurnalis Italia Riccardo Trevisani. Iamengatakan bahwa banyak orang terlalu cepat membuat kontroversi tanpa melihat situasi secara objektif.
Ia menyindir sebagian fans Milan dengan mengatakan bahwa jika situasinya terbalik, mereka mungkin akan menuduh adanya "Marotta League", istilah yang sering dipakai untuk menyindir dugaan keberpihakan kepada Inter.
"Cobalah keluar dari cara berpikir sebagai fans dan lihat situasinya dengan kepala dingin," ujarnya, dikutip dari Football Italia.
"Pendukung AC Milan yang sekarang mengatakan itu bukan penalti mungkin akan bereaksi berbeda jika kejadiannya terbalik."
"Mereka bisa saja turun ke jalan dengan bendera dan menyebut adanya ‘Marotta League’. Setiap tim pasti akan marah jika merasa seharusnya mendapat penalti tetapi tidak diberikan," kata dia.
Terlepas dari kontroversi tersebut, kemenangan Milan membuat persaingan papan atas Serie A tetap menarik. Rossoneri kini memangkas jarak dengan Inter menjadi tujuh poin.
Dengan 10 pertandingan tersisa, Milan masih dianggap sebagai tim yang paling berpotensi memberi tekanan kepada Inter dalam perburuan gelar musim ini.
(Tribunnews.com/Tio)