Minggu, 12 April 2026

Liga Champions

Real Madrid vs Bayern Munchen: Rivalitas Abadi di Perempat Final Liga Champions

Bayern Munchen kembali bertemu Real Madrid di babak perempat final Liga Champions musim 2025/2026. Itu akan jadi petemuan ke-29 dalam sejarah UCL.

AFP/JAVIER SORIANO
Pemain depan Real Madrid asal Brasil Vinicius Junior menjegal gelandang Jerman Bayern Munich Joshua Kimmich selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan FC Bayern Munich di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 Mei 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) 

"Sejarah kedua klub ini sangat besar, dan kualitas di lapangan akan menjadi sesuatu yang istimewa," ujar Kompany, dikutip dari laman resmi klub.

Pelatih Bayern itu menyoroti satu hal penting: Madrid selalu tampil lebih kuat di level tertinggi. 

Karena itu, ia menyiapkan pendekatan yang menuntut intensitas penuh—pressing tinggi, kolektivitas, dan disiplin dalam bertahan.

Kompany juga menekankan keseimbangan: Bayern tidak hanya harus agresif, tetapi juga mampu tetap tenang saat bertahan. 

"Tidak peduli siapa lawan kami: ketika kami melakukan pressing tinggi, semua orang harus ikut serta. Itu kuncinya."

"Melawan lawan seperti itu, Anda membutuhkan pemain yang percaya diri – dan kami memiliki kepercayaan diri itu," kata Kompany.

SELEBRASI - Selebrasi pemain Bayern Munchen Harry Kane saat cetak gol ke gawang Atalanta pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
SELEBRASI - Selebrasi pemain Bayern Munchen Harry Kane saat cetak gol ke gawang Atalanta pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB. (Instagram Bayern Munchen)

Baca juga: Jadwal Perempat Final Liga Champions: PSG vs Liverpool, Arne Slot Antusias Singgung Laga Terbaik

Nada serupa juga datang dari Harry Kane. Striker utama Bayern itu secara tegas menyebut laga melawan Madrid sebagai ujian berat, tetapi bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Kane menekankan bahwa Bayern datang dengan modal kepercayaan diri tinggi, baik dari performa musim ini maupun kemenangan besar sebelumnya. 

Baginya, kunci menghadapi Madrid adalah kesiapan untuk “bertarung” dan bermain dengan pendekatan yang tepat.

"Kami tidak takut pada siapa pun. Kami tahu itu akan sulit, tetapi dengan kepercayaan diri dari pertandingan ini dan dari musim sejauh ini, kami hanya perlu melanjutkan seperti ini," jelas Kane. 
 
Pernyataan Kane memperlihatkan mentalitas Bayern saat ini: respek terhadap lawan, tetapi tanpa inferioritas. 

Sebuah sinyal bahwa mereka tidak sekadar datang sebagai penantang, melainkan tim yang siap mengubah cerita.

Taruhan Besar Menuju Budapest

Pemenang duel ini akan menghadapi salah satu dari Paris Saint-Germain atau Liverpool di semifinal. 

Artinya, jalan menuju final di Budapest semakin berat, dan duel Madrid vs Bayern bisa menjadi “final dini”.

Dengan sejarah, kualitas, dan tensi emosional yang tinggi, laga ini menjanjikan pertarungan kelas dunia—di mana detail kecil bisa menjadi penentu.

Leg pertama Madrid vs Munchen dijadwalkan berlangsung di Bernabeu pada 8 April, sebelum leg kedua digelar di Allianz Arena pada 14 atau 15 April.

(Tribunnews.com/Tio)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved