Senin, 13 April 2026

Piala Dunia 2026

Gatusso, Italia, dan Harapan Piala Dunia 2026

Pendapat seorang jurnalis Italia tentang tim nasional, Genaro Gattuso, dan harapan di Piala Dunia 2026.

Arsip foto: MIGUEL MEDINA/AFP
PIALA DUNIA 2026 - Pelatih Napoli Italia Gennaro Gattuso bereaksi selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Piala Italia Atalanta vs Napoli pada 10 Februari 2021 di stadion Azzurri d'Italia di Bergamo. - Pendapat seorang jurnalis Italia tentang tim nasional, Genaro Gattuso, dan harapan di Piala Dunia 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pendapat seorang jurnalis Italia tentang tim nasional, Genaro Gattuso, dan harapan di Piala Dunia 2026.
  • Gattuso mengemban beban yang berat di pundak untuk membawa timnas Italia terhindari dari sejarah kelam sebagai tim pemenang pertama yang gagal lolos di 3 edisi secara berturut-turut.
  • Pada periode FIFA Matchday Maret 2026, Italia akan melawan Irlandia Utara (27/3), dan jika menang melawan antara Wales vs Bosnia dan Herzegovina.

 

TRIBUNNEWS.COM - Juara. Babak Grup. Babak Grup. Tidak Lolos. Tidak Lolos. Perjalanan Italia di Piala Dunia sejak tahun 2006 terakhir kali menjadi raja dalam kompetisi sepak bola paling elit di dunia.

Tidak ada babak gugur, bahkan dalam dua kesempatan terakhir selalu gagal ke putaran final. Kini, harapan Italia ada di Pundak Gennaro Gattuso sebagai allenator Gli Azzurri.

Mampukah pemenang Piala Dunia 2006 itu membawa Italia kembali ke putaran final ajang empat tahunan ini?

Selama 12 tahun terakhir, Gattuso telah menjadi pelatih untuk 10 klub di berbagai negara dan level kompetisi.

Sejak pemecatan Luciano Spalletti pada Juni 2025, tidak banyak opsi pelatih yang tersedia untuk timnas Italia kala itu.

Seorang jurnalis asal Italia, Danielle Verri mengungkapkan ada satu kebingungan dalam skuad Italia Ketika itu.

Langkah Italia terhenti di babak 16 besar Euro 2024, dengan menyandang status juara bertahan dari edisi sebelumnya di bawah asuhan Roberto Mancini.

Namun kegagalan di Piala Dunia 2022 membuatnya harus lengser sebagai pelatih Italia, yang kemudian menunjuk Spalletti karena keberhasilannya membawa Napoli meraih Scudetto.

Pelatih Valencia Gennaro Gattuso memberi isyarat selama pertandingan Liga Spanyol antara Valencia CF dan Club Atletico Madrid di stadion Mestalla pada 29 Agustus 2022.
Pelatih Valencia Gennaro Gattuso memberi isyarat selama pertandingan Liga Spanyol antara Valencia CF dan Club Atletico Madrid di stadion Mestalla pada 29 Agustus 2022. (JOSE JORDAN / AFP/Arsip)

Tapi, sepak terjang Italia tak cukup memuaskan hingga mendapati hasil yang kurang baik di Piala Eropa (Euro 2024).

Claudio Ranieri sempat masuk radar Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menggantikan Spalletti, namun pembicaraan tidak berlanjut.

Hingga jatuhlah pilihan kepada Gattuso yang dianggap paling realistis ketika itu.

Baca juga: Sosok Steven Vitoria Asisten John Herdman, Jadi Role Model bagi Jay Idzes Cs ke Piala Dunia?

Harapan Timnas Italia

Penunjukan Gattuso dinilai banyak pihak terlalu berisiko. Tak sedikit yang meragukan Gattuso untuk membawa Italia tampil di Piala Dunia 2026.

Namun, Ketua Delegasi Italia yang pernah satu tim dengan Gattuso pada momen 2006 silam, Gianluigi Buffon menaruh kepercayaan yang mendalam kepada Gattuso.

"Gattuso memiliki karisma, popularitas, dan merupakan sosok yang dikenal sebagai juara dunia," kata Verri, dikutip dari BBC.

"Dia tidak membawa banyak pengalaman untuk timnas seperti Italia, tetapi mereka memilih seseorang yang memiliki motivasi yang tepat untuk berprestasi."

"Saya pikir itulah mengapa Gattuso dipilih, untuk mengembalikan sikap yang tepat yang selalu dia tunjukan saat mengenakan seragam AC Milan dan Italia," sambungnya mengulas latar belakang Gattuso sebagai seorang pemenang.

Gattuso ditunjuk FIGC sebagai pelatih Italia pada Juni 2025. Ia melakoni laga perdananya melawan Estonia.

Italia menang telah dengan skor 5-0.

Laga kedua hingga kelima berjalan lancer, semua berakhir dengan kemenangan, hingga waktunya tiba melawan Norwegia sebagai penentu kelolosan langsung berdasarkan peringkat klasemen.

Apesnya, Italia kalah 1-4 dari Norwegia sehingga harus menjalani play-off kualifikasi.

Verri menyinggung, ada hal besar yang harus diperbaiki oleh Italia. Bukan hanya dari level pemain ataupun pelatih, tetapi secara keseluruhan termasuk liga.

Harapan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih 50 persen. Jika berkaca dalam dua edisi sebelumnya yang gagal, Italia gagal lolos di fase ini dari Swedia dan Makedonia Utara.

Italia tampil buruk, namun menurut Verri, satu hal yang membedakan permainan Gli Azzurri dengan Eropa adalah kualitas dan standar permainan yang mereka mainkan.

"Tim kami tampil buruk, tetapi kuaitas dan standar sepak bola Italia, karena alasan apa pun, tidak sama seperti dulu," ungkapnya.

"Mereka tidak menghasilkan talenta, memainkan sepak bola lambat di level klub, atau klub-klub tidak berkembang di Eropa. Ini masalah yang lebih luas," lanjutnya.

Contohnya saja, di Liga Champions musim ini, dari empat wakil Italia di phase league, hanya satu yang lolos ke babak 16 besar, yakni Atalanta.

Finalis dua edisi beruntun, Inter Milan gagal di babak play-off, sama halnya dengan Juventus. Napoli sebagai juara bertahan Serie A lebih apes karena gagal lolos.

Tapi sayang, Atalanta tidak dapat melangkah lebih jauh karena dibungkam oleh raksasa Jerman, Bayern Munchen dengan agregat mencolok.

Gattuso tidak bisa merubah sistem yang perlahan menjadi tradisi dari permainan Italia secara sendirian.

"Dia harus bekerja dengan siapa pun yang tersedia, dan memaksimalkan potensi mereka. Dari sudut pandang itu, dia menjalankan tugasnya dengan baik," jelas Verri.

Baca juga: Manuver Argentina, Lionel Messi Cs Lawan Tim Ranking 115 FIFA sebelum ke Piala Dunia 2026

Persiapan Play-off

Jelang menghadapi babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026, Gattuso sejatinya telah menyiapkan sejumlah rencana untuk pemusatan latihan.

Namun karena berbagai hal dan alasan yang tidak dapat diungkap, rencana tersebut batal.

Tujuan dari rencana tersebut adalah guna mendekatkan antarpemain untuk membahas harapan dan ekspektasi mereka terhadap timnas Italia.

Gattuso berharap dapat menggunakan pendekatan personal ini untuk mengubah nasib Italia.

Dengan caranya membangun semangat, Verri meyakini Gattuso dapat meningkatkan motivasi para pemain.

Ia berjalan tidak sendirian, melainkan Bersama Buffon dan Leonardo Bonucci yang satu tim dalam kesuksesan Italia pada tahun 2006.

"Mereka adalah pemain yang telah memenangkan sesuatu yang penting. Mereka berusaha untuk bertanggung jawab," beber Verri.

"Buffon mempercayainya. Dia tahu Gattuso memiliki keteguhan, mentalitas, dan kepribadian untuk memimpin tim."

Sebagai penutup untuk diketahui, tidak ada pemenang Piala Dunia yang gagal lolos dalam tiga edisi secara berturut-turut.

Harapan dan mimpi Italia ada di pundak Gattuso dengan staf kepelatihan yang dia miliki, serta anak asuhnya di dalam skuad Gli Azzurri.

Jalan sulit harus ditempuh Italia jika tidak ingin menjadi sejarah buruk yang tidak diinginkan dari catatan di atas.

"Ini tidak akan mudah, sama sekali tidak," prediksinya.

"Kami memiliki kualitas untuk lolos, tetapi kami harus berhati-hati dalam pertandingan tunggal ini."

Bagi Gattuso, laga penentuan ini seakan menjadi pertaruhan untuk masa depannya sebagai pelatih timnas Italia.

Dikenang sebagai pehlawan dan mendapat perpanjangan kontrak, atau sebaliknya.

Ia akan dikenang dan dicintai oleh publik Italia jika berhasil membawa Italia kembali ke panggung terbesar di dunia sepak bola.

"Jika dia tidak lolos kualifikasi, maka itu mungkin akan sulit baginya, tetapi jika kami lolos kualifikasi, kami akan sangat senang dan Gattuso akan sangat dicintai di negara ini," tutupnya.

Baca juga: FIFA Tolak Permintaan untuk Memindahkan Pertandingan Iran dari Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Italia

Kiper

Elia Caprile (Cagliari), Marco Carnesecchi (Atalanta), Gianluigi Donnarumma (Manchester City), Alex Meret (Napoli);

Bek

Alessandro Bastoni (Inter), Alessandro Buongiorno (Napoli), Riccardo Calafiori (Arsenal), Andrea Cambiaso (Juventus), Diego Coppola (Paris FC), Federico Dimarco (Inter), Federico Gatti (Juventus), Gianluca Mancini (Roma), Marco Palestra (Cagliari), Giorgio Scalvini (Atalanta), Leonardo Spinazzola (Napoli);

Gelandang 

Nicolò Barella (Inter), Bryan Cristante (Roma), Davide Frattesi (Inter), Manuel Locatelli (Juventus), Niccolò Pisilli (Roma), Sandro Tonali (Newcastle);

Penyerang 

Cambiaghi (Bologna), Francesco Pio Esposito (Inter), Moise Kean (Fiorentina), Matteo Politano (Napoli), Giacomo Raspadori (Atalanta), Mateo Retegui (Al-Qadsiah), Gianluca Scamacca (Atalanta)

Jadwal timnas Italia di play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa

Jumat, 27 Maret 2026

Pukul 02.45 WIB - Italia vs Irlandia Utara

(Tribunnews.com/Sina)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
32
21
7
4
62
24
38
70
2
Man. City
31
19
7
5
63
28
35
64
3
Manchester United
31
15
10
6
56
43
13
55
4
Aston Villa
32
16
7
9
43
38
5
55
5
Liverpool
32
15
7
10
52
42
10
52
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved