FIFA Matchday
Gelombang Undur Diri Mulai Terjadi, Gigi Buffon dan Presiden FIGC Mengawali
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, mundur dari jabatannya setelah pertemuan darurat para petinggi sepak bola Italia terlaksana.
Kesuksesan menjuarai Euro pun seperti sia-sia dengan kegagalan tersebut.
Gravina tak menjadi satu-satunya orang penting yang mundur.
Delegasi Khusus Timnas Italia, Gianluigi Buffon, juga ikut mundur dari jabatannya.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab dirinya setelah Italia gagal melangkah ke Piala Dunia.
"Saya menyerahkan pengunduran diri satu menit setelah pertandingan melawan Bosnia sebagai tindakan mendesak yang datang dari lubuk hati paling dalam," kata Buffon.
"Saya diminta menunggu saat semua pihak melakukan refleksi."
"Sekarang setelah Presiden Gravina mundur, saya bebas melakukan apa yang saya kehendaki. Saya mundur sebagai bentuk tanggung jawab."
"Tujuan kami adalah membawa Italia ke Piala Dunia dan kami gagal," sambungnya.
Mundurnya beberapa pejabat tinggi FIGC ini mengubah agenda besar di Italia.
Rencana pemaparan laporan pertanggunjawaban dan pemaparan visi misi yang akan dilakukan bersama pemerintah resmi dibatalkan.
Padahal sebelum ini, agenda tersebut dijadwalkan terjadi pada 8 April mendatang.
Namun pihak pemerintah memilih tak melanjutkan agenda tersebut.
Situasi di Italia mulai mengerucut dan fokus untuk menggelar pemilihan Presiden baru.
Rencananya, pemilihan tersebut akan dilakukan pada 22 Juni mendatang.
Pemilihan Presiden itu akan menjadi titik penting bagi Italia yang ingin kembali membangun harga diri di mata dunia.
Status sebagai juara dunia empat kali seolah tak berbekas dengan kegagalan mereka tampil di Piala Dunia di tiga edisi beruntun.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Italia-Timnas-2026.jpg)