Piala FA
Arsenal dengan Mimpi-Mimpi yang Berantakan
Dua gelar melayang dalam 14 hari, kesempatan Arsenal juara musim ini hanya menyisakan Liga Inggris dan Liga Champions, mampu Arteta?
Menurut Walcott, ada kegugupan dalam skuad Arteta. Ada ketegangan dalam permainan sehingga para pemain tidak terkendali.
"Melihat Mikel dari pinggir lapangan, ada beberapa elemen dari tahun ke tahun sebelumnya di mana energi itu tercermin dalam tim," bebernya.
"Suasananya sangat tegang. Bukan hanya Mikel, tetapi banyak staf yang berada di sana pada saat itu. Rasanya seperti terlalu banyak koki di dapur, terlalu banyak pesanan," analoginya.
Permainan Arsenal jauh di bawah standar, seperti laga-laga sebelumnya yang mereka jalani dengan konsistensi.
Meski mendominasi penguasaan bola, melepaskan 23 tembakan, Arsenal tidak seperti tim yang hendak memenangkan pertandingan.
Lemahnya antisipasi dalam serangan balik, banyaknya ruang yang mudah dieksploitasi lawan menjadi titik di mana Arsenal mudah kebobolan.
"Saya tidak akan mengkritik mereka karena kami kalah dalam pertandingan ini dengan cara yang mereka coba," beber Arteta.
"Dan bagaimana mereka mempertaruhkan tubuh mereka dalam segala hal. Beberapa dari mereka mungkin bahkan tidak perlu berada di sini."
"Saya tidak akan melakukan itu. Saya akan membela mereka lebih dari sebelumnya. Dalam musim kompetisi, selalu ada momen-momen penting. Biasanya dua atau tiga. Ini adalah momen pertama yang kami miliki."
"Jadi, berdirilah, buat diri Anda nyaman, dan berikan yang terbaik seperti yang telah kita lakukan sepanjang musim," tegasnya.
Beda dengan Arsenal, Man City yang selalu menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara tampil "kesetanan" saat melawan Liverpool.
Ya, Liverpool. Tim asuhan Arne Slot itu dihajar empat gol tanpa balas oleh skuat Pep Guardiola.
Dengan gelar juara Carabao Cup, ditambah hasil menyenangkan saat menghadapi Liverpool, Man City menemukan kembali jati diri dengan mentalitas pemenang yang sudah terbangun selama ini.
Bukan tidak mungkin dalam kondisi saat ini tim asuhan Pep Guardiola membalikkan keadaan karena mereka pernah melakukan hal itu beberapa tahun yang lalu.
Saat matchday 30 tertinggal 9 poin dari pemuncak klasemen, namun dengan mentalitas dan konsistensi dapat mengangkat trofi di akhir musim.
Jadi, apakah Arsenal yang gugu dapat menjaga mimpi untuk juara musim ini?
Kesempatan Arsenal yang paling besar adalah Liga Inggris, dan Liga Champions dengan bagan yang diuntungkan.
The Gunners diprediksi bisa melaju ke babak final karena penampilan yang memukau di kompetisi Benua Biru pada musim ini.
(Tribunnews.com/Sina)