Super League
Curhat Eks Persis Solo Jordy Tutuarima: Gaji Tak Dibayar Berbulan-bulan, Didepak Secara Mendadak
Jordy Tutuarima membongkar masalah di Persis Solo, dari gaji tak dibayar hingga dilepas secara tiba-tiba. Kini ia bangkit dengan klub baru di Belanda.
Ringkasan Berita:
- Jordy Tutuarima mengungkap pengalaman pahit di Persis Solo, termasuk gaji tak dibayar berbulan-bulan dan situasi internal klub yang dinilai "aneh".
- Ia dilepas secara tiba-tiba bersama delapan pemain asing lain meski masih terikat kontrak, lalu sempat menganggur selama tiga bulan.
- Kini Jordy bergabung dengan GVVV Veenendaal di Belanda hingga tahun 2027, dan berharap kasus serupa jadi pelajaran bagi sepak bola Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Bek keturunan Maluku, Jordy Tutuarima angkat bicara soal pengalaman pahitnya saat membela Persis Solo di Super League.
Pemain berusia 32 tahun ini mengaku mengalami situasi yang sangat aneh, termasuk tidak menerima gaji selama berbulan-bulan, hingga akhirnya dilepas secara mendadak bersama delapan pemain asing lainnya.
Setelah tiga bulan menganggur, Jordy kini resmi bergabung dengan klub kasta ketiga Liga Belanda, GVVV Veenendaal.
Ia menandatangani kontrak hingga akhir musim 2026/2027.
Kepulangannya ke Belanda langsung disambut kebahagiaan karena bisa berkumpul kembali dengan keluarga.
"Saya senang sekali bisa kembali bersama keluarga. Keadaan di sana sangat aneh. Pelatih baru datang pada bulan Januari, dan tiba-tiba semua pemain asing harus pergi (sembilan pemain dilepas)," ujar Jordy Tutuarima dalam wawancara dengan media Belanda, Gelderlander.
Menurutnya, proses pelepasan itu memakan waktu beberapa minggu.
Jordy yang masih terikat kontrak hingga musim panas 2026 sempat menyampaikan kepada klub untuk mencari solusi.
"Saya masih memiliki kontrak hingga musim panas, jadi carilah solusi," katanya kepada manajemen Persis Solo.
Meski begitu, Jordy mengaku bahwa akhirnya kini masalah tersebut sudah menemukan solusinya.
Performa minor Persis Solo memang sempat membuat pelatih asal Belanda Peter de Roo dipecat.
Namun Jordy mengatakan bahwa hasil buruk tim juga dipengaruhi oleh hal-hal "gila" lainnya yang terjadi di internal klub.
Yang paling menyakitkan, lanjut Jordy, adalah masalah pembayaran gaji yang tertunda berbulan-bulan.
Hal itu sangat memengaruhi performa pemain, terutama para pemain lokal.
Baca juga: Hasil Super League: Comeback Kalahkan PSIM 1-2, PSM Buka Asa Jauhi Zona Papan Bawah
"Kami tidak dibayar selama berbulan-bulan, jadi Anda bisa memperkirakan hasilnya akan menurun," kata Jordy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PSM-Comeback-Kalahkan-Persis-di-Kandang_20251130_071702.jpg)