Kamis, 16 April 2026

Liga Champions

Jude Bellingham: Hidup Matinya Real Madrid di Tangan Bayern Munchen

Jude Bellingham merasa hidup mati Real Madrid musim ini akan sangat bergantung pada hasil laga melawan Bayern Munchen.

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Drajat Sugiri
Instagram Bayern Munchen
BERDUEL - Pemain Bayern Munchen dan Real Madrid memperebutkan bola pada pertandingan leg pertama Perempat Final Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu Stadium, Spanyol, Rabu (8/4) dini hari WIB. Jude Bellingham merasa hidup mati Real Madrid musim ini akan sangat bergantung pada hasil laga melawan Bayern Munchen. 

Hal itu tentu tidak ingin dirasakan oleh Real Madrid sebagai salah satu klub terbaik abad ini.

Karena jika Real Madrid sampai puasa gelar lagi musim ini, maka untuk pertama kalinya bagi El Real merasakan situasi serupa seperti 20 tahun silam, ketika mereka terakhir kali tidak bisa menjuarai kompetisi apapun dalam dua musim beruntun.

SELEBRASI BELLINGHAM - Pemain asal Inggris, Jude Bellingham, merayakan gol Real Madrid ke gawang Sevilla pada lanjutan pekan ke-17 Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2025). (Instagram Real Madrid - 21/12/2025).
SELEBRASI BELLINGHAM - Pemain asal Inggris, Jude Bellingham, merayakan gol Real Madrid ke gawang Sevilla pada lanjutan pekan ke-17 Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2025). (Instagram Real Madrid - 21/12/2025). (Real Madrid)

Kenyataan itulah yang tidak diinginkan Bellingham sebagai salah satu pilar andalan Real Madrid.

Tak salah, jika Bellingham menyebut laga leg kedua babak 8 besar melawan Bayern Munchen yang akan berlangsung di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) sebagai momen hidup mati tim yang ia perkuat.

"Mengingat apa yang telah terjadi di liga dan piala, pertandingan besok hampir seperti final bagi kami," akui Bellingham dilansir laman resmi UEFA.

"Mengingat situasi yang kami hadapi, kami harus tetap bermain untuk sesuatu, daripada membiarkan laga berlalu begitu saja,"

"Kekalahan apapun di Liga Champions jelas terasa seperti bencana,"

"Seperti yang saya katakan, mengingat situasi yang tim ini hadapi, kita mengerti besok (red: melawan Bayern Munchen) adalah final,"

"Rasanya seolah-olah segalanya bergantung pada laga ini, ini seperti laga hidup mati," tukasnya menambahkan.

Lebih lanjut, Bellingham menyadari timnya tidak terlalu diunggulkan.

Hanya saja, sebagai tim yang berstatus raja Liga Champions, Bellingham ingin Real Madrid berjuang mati-matian.

Karena jika bisa melewati lubang maut melawan Bayern Munchen, Bellingham sepenuhnya yakin bahwa timnya akan memprioritaskan kompetisi Liga Champions, ketimbang Liga Spanyol di akhir musim.

"Kami ingin percaya bahwa kami punya banyak peluang, sekalipun besok tidak berjalan baik, inilah sepak bola," tegasnya.

"Kami telah kehilangan terlalu banyak poin di liga, besok adalah kesempatan untuk menghapus semua itu,"

"Jika kami tampil bagus dan melaju di Liga Champions, maka liga bisa menjadi prioritas kedua," tutupnya.

Agar bisa lolos ke semifinal Liga Champions dan menantang PSG, Real Madrid perlu keajaiban yakni harus bisa mengalahkan Bayern Munchen dengan margin minimal dua gol, dinihari nanti.

Layak dinanti seperti apa perjuangan Jude Bellingham dan skuad Real Madrid untuk menciptakan keajaiban tersebut?

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved