Jumat, 24 April 2026

Liga Inggris

Kelakar Arteta, Arsenal Jadi Satu-satunya Tim Inggris di Semifinal Liga Champions

Komentar Arteta setelah Arsenal menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang melangkah ke semifinal Liga Champions 2025/2026.

tangkapan layar Instagram/Arsenal
TERTAWA- Pelatih Arsenal, Mikel Arteta tertawa saat sesi latihan Arsenal menjelang laga melawan Manchester City. Isu penggunaan ilmu hitam kembali terkuak sebelum laga antara Arsenal melawan Manchester City di Liga Premier Pekan Ke-24 akan digelar di Stadion Emirates, Minggu (2/2) Pukul 23.30 WIB. - Komentar Arteta setelah Arsenal menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang melangkah ke semifinal Liga Champions 2025/2026. 

Ringkasan Berita:
  • Di semifinal Liga Champions 2025/2026 hanya menyisakan satu wakil tim Liga inggris, yakni Arsenal. Liverpool gagal saing dari PSG. Chelsea, Man City, Newcastle, dan Tottenham sudah lebih dulu tumbang di babak 16 besar.
  • Komentar soal perjalanan Arsenal, meskipun hanya menang agregat tipis 1-0 dari Sporting CP untuk melangkah ke semifinal secara beruntun yang masuk dalam buku sejarah klub.
  • Arsenal akan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal pada 30 April dan 6 Mei.

 

TRIBUNNEWS.COM - Opta menulis tentang laga Arsenal yang tidak seru. BBC menilai Arsenal mencapai semifinal Liga Champions dengan terseok-seok. Ya, laga leg kedua melawan Sporting CP di Emirates Stadium pada Kamis (16/4/2026) memang tidak menyenangkan untuk disaksikan.

Arsenal yang lesu hanya mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir. Termasuk laga tadi malam yang berakhir dengan skor imbang 0-0.

Beruntung bagi Arsenal punya defisit satu gol di leg pertama yang dicetak Kai Havertz sehingga mereka memiliki keunggulan atas Sporting CP untuk melangkah ke 4 besar turnamen Eropa secara beruntun dan menjadi yang pertama dalam sejarah 140 klub Meriam London.

Ketidaksempurnaan

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta memahami betapa sulitnya musim ini dengan jadwal padat yang mereka lalui dari hari ke hari.

Tak masalah minim gol bahkan imbang, asalkan terhindar dari kekalahan. Tujuannya jelas untuk mencapai garis finis dengan mengangkat trofi.

Liga Inggris yang paling utama karena tiga musim terakhir selalu menjadi yang terbaik kedua. 

Kesempatan musim ini tinggal menyisakan enam laga, bagaimana pun keseimbangan permainan dan pemain adalah kunci mendapatkan konsistensi. Apakagi tekanan itu bertambah seiring hasil positif yang didapat Man City sehingga mampu memangkas jarak dalam persaingan gelar.

Akar masalahnya masih sama, cedera pemain sehingga opsi yang dimiliki Arteta menjadi terbatas. Musim ini lebih baik daripada musim sebelumnya dengan masalah yang sama tetapi minim pemain pelapis yang sepadan.

Bukayo Saka, Martin Odegaard, Mikel Merino, Jurrien Timber, dan Calafiori tidak dapat dimainkan melawan Sporting CP pada leg kedua.

Declan Rice yang sedang tidak dalam kondisi fit tetap dimainkan sebagai starter.

Kini kekhawatiran muncul karena Noni Madueke tertatih-tatih keluar lapangan di babak kedua karena cedera lutut.

Meskipun begitu, Arteta boleh jemawa karena Arsenal besutannya menjadi satu-satunya yang tersisa dari wakil Inggris di babak semifinal.

Langkah Liverpool terhenti di babak perempat final oleh PSG.

Chelsea, Man City, Newcastle, dan Totttenham lebih dulu berguguran di babak 16 besar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
8
8
0
0
23
4
19
24
2
Bayern Munich
8
7
0
1
22
8
14
21
3
Liverpool
8
6
0
2
20
8
12
18
4
Tottenham
8
5
2
1
17
7
10
17
5
Barcelona
8
5
1
2
22
14
8
16
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved