Liga Champions
Barcelona Menggugat Lagi, Wasit dan VAR Disebut Rugikan di Liga Champions
Barcelona kembali mengajukan protes resmi kepada UEFA setelah tersingkir dari Liga Champions, dengan alasan wasit merugikan mereka signifikan.
Ringkasan Berita:
- Barcelona kembali mengajukan protes resmi kepada UEFA setelah tersingkir dari UEFA Champions League.
- Dua kartu merah untuk Pau Cubarsi dan Eric Garcia serta tidak diberikannya penalti saat dugaan handball Marc Pubill menjadi sorotan utama dalam keluhan tersebut.
- Barcelona menilai kesalahan wasit dan minimnya intervensi VAR berdampak langsung pada hasil laga melawan Atletico Madrid.
TRIBUNNEWS.COM - Tersingkirnya Barcelona dari perempat final Liga Champions setelah kalah agregat 3-2 dari Atletico Madrid tak diterima begitu saja.
Barcelona kembali melayangkan protes resmi kepada UEFA, mengulangi aksi yang mereka lakukan setelah kalah 2-0 di leg pertama pekan lalu.
Dalam pernyataan resmi di laman klub, Barcelona menilai sejumlah keputusan wasit dalam dua leg melawan Atletico Madrid telah merugikan mereka secara signifikan.
Barcelona menyoroti beberapa keputusan kontroversial, termasuk dua kartu merah yang diterima pemain mereka di masing-masing leg.
Pau Cubarsi diusir oleh wasit Istvan Kovacs di leg pertama, dan sesama bek Barca Eric Garcia diusir keluar lapangan oleh Clement Turpin di leg kedua.
Dalam kedua kasus, kartu kuning ditingkatkan menjadi merah setelah wasit diinstruksikan untuk meninjau monitor VAR di pinggir lapangan.
Itu menjadi salah satu momen yang membuat Barcelona kesulitan mencetak gol untuk mengejar ketertinggalan.
Selain itu, Barcelona juga mempersoalkan keputusan wasit Istvan Kovacs dan VAR yang tidak memberikan penalti saat bek Atletico, Marc Pubill, diduga melakukan handball di kotak terlarang.
Baca juga: Ratapan Real Madrid dan Barcelona di Liga Champions, Wasit bak Musuh Utamanya
Protes ini merupakan keluhan kedua yang diajukan Barcelona setelah sebelumnya usai leg pertama juga melakukan hal yang sama.
Barcelona sebelumnya memprotes mengenai "kurangnya intervensi VAR" setelah leg pertama.
Namun UEFA telah menolak pengaduan pertama dengan alasan “tidak dapat diterima”, keputusan yang memicu kekecewaan besar di kubu klub.
Sementara itu, penyerang Barcelonaa, Raphinha, setelah pertandingan leg kedua juga membuat komentar keras.
Ia menyebut pertandingan melawan Atletico Madrid sebagai “perampokan”, sebuah kata-kata yang mencerminkan frustrasi mendalam di ruang ganti.
Komentar kerasnya itu dikhawatirkan bakal membuat dirinya menerima sanksi dari UEFA terkait pertisipastinya di Liga Champions musim depan.
Barcelona dalam protes keduanya ini menyampaikan, mereka tetap membuka ruang dialog dengan UEFA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lamine-Yamal-kecewa-setelah-Barcelona-disingkirkan-Atletico-Madrid-di-Liga-Champions.jpg)