Liga Prancis
PSG Hadapi Bumerang Liga Champions, Main di Liga Sendiri Jadi Tak Semangat
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui dirinya cukup sulit memberikan dorongan kepada anak asuhnya untuk tampil menggigit di kancah domestik.
"Kami hanya menurunkan dua pemain yang juga bermain di pertandingan melawan Bayern. Kami ingin menang, tetapi kami melewatkan kesempatan tersebut," sambungnya.
Namun, hal yang terjadi di PSG bisa dibilang cukup lumrah.
Para pemain pastinya ingin segera menyelesaikan pertandingan di kompetisi domestik yang hampir pasti digenggam.
Fokus para pemain bakal terbelah ke Liga Champions yang menyajikan atmosfer lebih menantang bagi mereka.
Hal yang menjadi kejelasan besar, Luis Enrique dan PSG tak gentar menghadapi Bayern Munchen di Jerman.
Pelatih asal Spanyol itu menganggap markas Bayern Munchen bak rumah kedua bagi PSG.
Pasalnya Allianz Arena adalah tempat di mana Les Parisiens mendapatkan gelar Liga Champions perdana dalam sejarah klub.
Mereka mengalahkan Inter Milan di final Liga Champions musim lalu di Allianz Arena.
"Itu adalah stadion yang memberikan kami banyak kenangan indah. Kami memenangkan Liga Champions di sana," kata Enrique dikutip dari Bavarian Football Works.
"Bayern akan bermain di sana dengan fans fanatik mereka di belakangnya."
"Kami akan menunjukkan mentalitas yang sama. Kami akan ke sana untuk memenangi pertandingan," sambungnya.
Misi PSG jelas ditetapkan Enrique.
Les Parisiens tak akan bermain aman untuk hanya mencari hasil imbang saja.
Mereka ingin menghadapi Bayern Munchen dan memenangi duel dengan tim berjuluk FC Hollywood tersebut.
Hal tersebut menjadi tujuan yang tak akan mudah dicapai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pelatih-Paris-Saint-Germaint-PSG-Luis-Enrique-merayakan-gelar-juara-Liga-Champions.jpg)