Piala Dunia 2026
Profil Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026 - PSG Sumbang Nama, Si Elang Menyapa Grup Neraka
Timnas Tunisia pada Piala Dunia 2026 akan diperkuat pemain binaan PSG dan mantan penggawa Manchester United untuk guncang grup neraka.
Ringkasan Berita:
- Timnas Tunisia tergabung di Grup Neraka bersama Belanda, Jepang, dan Swedia pada Piala Dunia 2026
- Tunisia memiliki pemain andalan milik PSG dan jebolan Manchester United untuk mengguncang Grup F
- Timnas Tunisia akan ukir sejarah jika lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2026
TRIBUNNEWS.COM - Profil timnas Tunisia pada Piala Dunia 2026 yang tergabung di Grup F bersama Belanda, Jepang, dan Swedia.
Timnas Tunisia menyambut Piala Dunia 2026 dengan modal kampanye kualifikasi yang dominan, memunculkan harapan bahwa mereka akhirnya bisa mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Sayangnya, timnas Tunisia pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup Neraka. Bagaimana tidak, Belanda, Jepang dan Swedia dihuni deretan pemain top Eropa kini.
Belanda misalnya, hampir semua lini disesaki pemain bintang seperti Memphis Depay, Virgil van Dijk, hingga Frenkie de Jong.
Jepang tak ketinggalan. Selain Ritsu Doan, tim Samurai Biru memiliki barisan winger super cepat dalam diri Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo, selain Daichi Kamada yang perlahan mulai bersinar di Premier League.
Terakhir di kubu Swedia, bisa dikatakan memiliki generasi emas lewat duet striker tajam mereka, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, yang pergerakannya ditopang oleh Lucas Bergvall.
Kendati demikian, Tunisia juga tak bisa dikesampingkan.
Sekalipun nantinya timnas yang berjuluk Elang Kartago ini mendapatkan stigma sebagai pelengkap, peluang untuk menghadirkan kejutan terbuka lebar.
Timnas Tunisia memiliki sejumlah pemain yang berkompetisi di liga-liga top Eropa seperti Ligue 1 (Prancis), Premier League dan (Inggris).
Jalan Tunisia Lolos ke Piala Dunia 2026
Timnas Tunisia langsung mengendalikan jalannya kualifikasi sejak awal. Mereka membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang di bawah asuhan Faouzi Benzarti.
Tunisia kemudian menemukan performa terbaiknya setelah mantan pelatih Sami Trabelsi mengambil alih kendali tim dari Benzarti, dengan mencatat enam kemenangan beruntun dan melaju jauh di puncak grup kualifikasi CAF. Mereka engumpulkan 28 dari kemungkinan 30 poin.
Secara luar biasa, Eagles of Carthage tidak kebobolan satu gol pun dalam 10 pertandingan mereka.
Ini gebrakan hebat lini pertahanan yang istimewa, mencerminkan organisasi dan disiplin tim.
Tunisia memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 pada jeda internasional bulan September 2026, ketika Mohamed Ali Ben Romdhane mencetak gol kemenangan dramatis di menit akhir melawan Guinea Khatulistiwa pada pertandingan ke-8.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia U17 2026: Ujian Garuda Muda Lolos ke Piala Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tunisia-vs-australia_20221126_175841.jpg)