Liga Champions
Asa Double Winner Kembali Hidup, Arsenal di Ambang Sejarah Setelah 24 Jam Krusial
Arsenal berjarak empat laga dari kemungkinan meraih gelar liga pertama sejak 2004, sekaligus memburu trofi Liga Champions perdana dalam sejarah klub.
Ringkasan Berita:
- Arsenal kembali memegang kendali perburuan gelar liga dan memastikan tiket final Liga Champions hanya dalam 24 jam.
- Declan Rice menegaskan kekalahan dari Manchester City bukan penentu, sementara tim terus berkembang dari kegagalan sebelumnya.
- Dengan keunggulan di liga dan tiket final Eropa, Arsenal kini berada di ambang meraih double winner bersejarah.
TRIBUNNEWS.COM - Peluang Arsenal untuk mencatatkan sejarah lewat raihan double winner—Liga Inggris dan Liga Champions Eropa—kini kembali terbuka.
Dalam kurun waktu 24 jam, situasi yang sempat terasa sulit berubah drastis menjadi penuh harapan.
Momentum itu dimulai tanpa mereka turun ke lapangan. Pada Selasa (5/5), pesaing utama, Manchester City, secara mengejutkan ditahan imbang 3-3 oleh Everton.
Hasil tersebut membuat Arsenal mengambil alih kendali perburuan gelar, dengan keunggulan lima poin di puncak klasemen.
Sehari kemudian, tim asuhan Mikel Arteta melengkapi momentum itu dengan memastikan tiket final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.
Kemenangan 1-0 atas Atlético Madrid menjadi penegas kebangkitan mereka di momen krusial musim ini.
Baca juga: Komentar Diego Simeone setelah Kalah dari Arsenal: Ogah Bahas Penalti, Sanjung Tinggi Mikel Arteta
Dari Krisis ke Momentum
Beberapa pekan sebelumnya, Arsenal sempat berada dalam tekanan setelah rentetan hasil buruk.
Mereka hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan di semua kompetisi antara Maret hingga April.
Dalam periode itu, mereka juga menelan dua kekalahan dari Man City, di Final Carabao dan juga putaran kedua Liga Inggris.
Puncaknya poin mereka berhasil disamakan Man City dan bahkan mereka melepaskan puncak klasemen ke rivalnya itu.
Situasi itu memunculkan keraguan, apalagi setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up liga.
Namun, kondisi tersebut kini berbalik. Dua kemenangan beruntun di liga, ditambah keberhasilan menyingkirkan Atletico, mengembalikan kepercayaan diri skuad.
Kekalahan 1-2 dari Manchester City di pekan ke-33 Liga Inggridbpada 19 April lalu pun mulai terasa sebagai masa lalu.
Arsenal mengoleksi 76 poin, unggul lima angka di puncak klasemen, dengan tiga laga tersisa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-kemenangan-Arsenal-atas-Bayern-Munchen.jpg)