Kamis, 7 Mei 2026

Bursa Transfer Pemain

Dasar Milan, Mateta Tersakiti Lo!

Seperti cinta yang layu sebelum berkembang, batalnya transfer Mateta ke Milan meninggalkan bekas sakit hati.

Tayang:
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Jack GUEZ / AFP
SAKIT HATI MATETA KE MILAN - Pemain depan Prancis bernomor punggung 14 Jean-Philippe Mateta merayakan gol penyeimbang timnya dari titik penalti dalam pertandingan final medali emas sepak bola putra antara Prancis dan Spanyol selama Olimpiade Paris 2024 di Parc des Princes di Paris pada tanggal 9 Agustus 2024. Mateta ceritakan efek batalnya transfer dirinya ke AC Milan. (Foto Arsip, Agustus 2024)(Foto oleh Jack GUEZ / AFP) 

Bahkan, bentuk dari kekecewaan sang pemain, sempat mogok tak mau bermain untuk Crystal Palace dalam beberapa laga.

Bangkit untuk Membuktikan

Kini, nasi sudah menjadi bubur. 

Striker yang pernah menjadi klub dari Olympique Lyon ini hanya bisa menahan rasa kecewa, dan mengubahnya sebagai pelecut semangat untuk pembuktian.

Bahkan keputusan AC Milan menggagalkan kepindahannya secara sepihak adalah salah.

"Kemudian, sekarang saya sudah bangkit dan memikirkan cara untuk pulih," tegasnya berkomitmen.

"Saya berkonsultasi dengan beberapa spesialis (soal cedera lutut-red), dan ketika mereka meyakinkan saya bahwa itu tidak membutuhkan operasi, saya fokus ke langkah selanjutnya."

"Saya bekerja keras untuk membuktikan kepada (Oliver-red) Glasner, bahwa JP (panggilan akrab Mateta-red), ada di sana untuk merebut kembali posisinya sebagai striker utama dan memenangkan semuanya bersama tim," ucap Mateta.

Performa Mateta pun tidak bisa dikatakan jelek. Sempat menghilang dalam beberapa laga akibat cedera, Mateta musim ini sudah mengumpulkan 13 gol dan tiga assist dari 44 pertandingan.

Hanya saja, ketajamannya belum bisa menghindarkan Crystal Palace dari ancaman degradasi ke Divisi Championship 2026/2027.

The Eagles, julukan Crystal Palace, mengumpulkan 43 poin dari 34 laga dan duduk di peringkat ke-15. 

Dengan empat laga sisa dikantongi, Mateta dan kolega membutuhkan tiga poin lagi untuk memastikan mereka eksis di Premier League musim depan.

Sementara untuk AC Milan, setelah Scudetto 2025/2026 diamankan Inter Milan, fokus mereka ialah menyegel tiket tampil Liga Champions musim depan.

Duduk di posisi ketiga klasemen Serie A berbekal 67 poin, secara persentase, finis di 4 besar alias zona UCL sangat terbuka bagi Milan.

Hanya saja, persaingan di zona Liga Champions Serie A sangatlah ketat melibatkan tak hanya Milan, namun juga Napoli, Juventus, AS Roma, dan Como.

Jika dalam tiga laga sisa AC Milan tak bisa menyapu bersih kemenangan, atau bahkan hattrick kekalahan, bukan hal mustahil saudara tua Inter ini akan finis di luar empat besar pada klasemen akhir.

(Tribunnews.com/Giri)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Inter Milan
35
26
4
5
82
31
51
82
2
Napoli
35
21
7
7
52
33
19
70
3
AC Milan
35
19
10
6
48
29
19
67
4
Juventus
35
18
11
6
58
30
28
65
5
Roma
35
20
4
11
52
29
23
64
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved