Sabtu, 9 Mei 2026

MotoGP

Profil Jesse Marsch di Piala Dunia 2026 - Patah Hati, Berkebun, dan Minum Anggur

Jesse Marsch, pelatih timnas Kanada pada Piala Dunia 2026 yang hobi minum anggur dan berkebun, pernah patah hati karena penolakan timnas Amerika.

Tayang:
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
instagram/bundesliga
PROFIL JESSE MARSCH - Jesse Marsch. Mengenal pelatih timnas Kanada di Piala Dunia 2026, Jesse Marsch yang suka berkebun dan meminum anggur. 
Ringkasan Berita:
  • Mengenal Jesse Marsch, pelatih asal Amerika Serikat yang pernah dibuat hancur dan sakit hati oleh timnas negaranya sendiri
  • Jesse Marsch memiliki hobi berkebun dan minum anggur
  • Pada Piala Dunia 2026, Jesse Marsch membesut timnas Kanada yang tergabung di Grup B bersama Bosnia and Herzegovina, Qatar, dan Swiss

 

TRIBUNNEWS.COM - Jesse Marsch, sosok pelatih yang ulet melalui berkebun. Dia bersyukur pernah batal menukangi timnas Amerika Serikat, dan kini, berambisi melaju sejauh mungkin bersama Kanada pada Piala Dunia 2026.

Lahir di Racine, Wisconsin, Amerika Serikat, 52 tahun silam, Jesse Marsch memiliki keinginan untuk menjadi pelatih dari timnas negaranya.

Semuanya itu terbuka ketika Leeds United mengakhiri masa jabatannya pada Februari 2023. 

Sempat menganggur, Jesse Marsch berada di urutan terdepan untuk menukangi timnas Amerika Serikat.

Namun awal yang bahagia justru berubah petaka. Federasi sepak bola AS memilih Mauricio Pochettino sebagai nakhoda Christian Pulisic dkk. ketimbang dirinya.

Pelatih baru RB Leipzig, Jesse Marsch
Pelatih baru RB Leipzig, Jesse Marsch (instagram/bundesliga)

Kecewa? Tentu. Namun kini pria yang pernah membesut RB Salzburg dan RB Leipzig, mengaku bersyukur pernah tertolak untuk membesut timnas kampung halamannya.

"Saya hanya dinilai berdasarkan kemenangan dan kekalahan. Itu dan karena saya orang Amerika. Tidak ada yang mempertanyakan siapa saya sebenarnya. Itu tidak ada hubungannya dengan siapa saya dan apa yang sedang kami coba ciptakan. Tidak ada yang peduli sama sekali," kisah Marsch, dikutip dari laman CSC Sports.

"Pihak Amerika Serikat sempat menyatakan dengan sangat jelas bahwa saya akan menjadi pelatih mereka, namun tak lama kemudian mereka menyatakan hal yang sebaliknya. Saat itu saya merasa hancur dan marah, tetapi sekarang saya justru bersyukur karena bisa berada di tempat yang sangat tepat bagi saya."

Tak berselang lama dari penolakan Amerika Serikat, sang juru taktik kemudian mendapatkan penawaran untuk membesut timnas Kanada. Tepatnya Mei 2024, Marsch resmi dikontrak.

"Ada faktor 'X' lainnya, yaitu kebanggaan mewakili negara ini karena saya selalu menyukai karakter orang-orang Kanada yang dikenal ramah dan baik hati. Sebagai orang yang berasal dari Wisconsin, sifat orang Kanada sangat beresonansi dengan jati diri saya, sehingga kerja sama ini terasa seperti perjodohan yang sempurna."

Sebelum memantapkan hati, Marsch sempat berkonsultasi dengan mentornya, Ralf Rangnick, serta berdiskusi dengan Gareth Southgate mengenai suka duka melatih sebuah tim nasional.

Turnamen kompetitif pertamanya adalah Copa America 2024, di mana ia secara impresif membawa Kanada melaju hingga babak semifinal.

Baca juga: Piala Dunia 2026 - Berawal Foto Sampul, Captain America dapat Pertanyaan Nyelekit

Hobi Berkebun dan Minum Anggur

Sisi lain dari Jesse Marsch juga jarang diketahui. Pelatih yang terkenal tegas ini memiliki hobi berkebun. 

Memiliki sebuah vila di daerah pegunungan sebelah utara Pisa, Italia, Jesse Marsch menyulap halaman rumahnya menjadi sebuah kebun.

Dia meluangkan beberapa jam untuk dirinya sendiri mengurusi berbagai macam tanaman. 

Buah tin,  jeruk, lemon, blueberry, delima, dan sejumlah besar rempah-rempah dan rosemary tumbuh subur kebun rumah Marsch.

Namun, buah zaitun adalah obsesi utamanya. Setiap musim gugur, ia memanennya dan mengolahnya menjadi minyak, sebuah bisnis yang rumit. 

Seorang petani zaitun tua di sebelah rumahnya mengajari Marsch sesuatu tentang hal itu. 

"Ketika saya masih menjadi pelatih muda, saya bekerja lebih keras daripada siapa pun, dan saya sangat ambisius, terus-menerus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, bagaimana beradaptasi dan berkembang," kenangnya melihat ke dalam dirinya.

"Saya telah belajar sedikit lebih banyak tentang siapa diri saya. Setidaknya, saya lebih tenang, nyaman, dan yakin akan nilai-nilai yang saya junjung. Taman ini sangat penting untuk itu.”

Dalam rencananya, Marsch akan menanam buah anggur, dan diolahnya menjadi sebuah minuman teman bersantai.

"Pada akhirnya, saya juga ingin menanam anggur. Luar biasa, itu menjadi teman minum yang sangat baik," angan Marsch.

Terlepas dari itu, timnas Kanada sendiri tergabung di Grup B. Mereka akan melawan Bosnia dan Herzegovina, Qatar, dan Swiss.

Marsch memiliki pengalaman melatih di Eropa, termasuk di Bundesliga dan Premier League dengan tim seperti RB Leipzig dan Leeds United. Pengalamannya di level tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Kanada.

Ia juga dikenal piawai dalam mengembangkan pemain muda. Hal ini sejalan dengan kondisi skuad Kanada yang dipenuhi talenta potensial.

Sejauh ini Marsch telah memimpin Kanada sebanyak 29 kali. Ia membawa mereka mencatatkan 14 kemenangan, tujuh hasil seri, dan delapan kali kalah.

Di bawah arahannya, Kanada diharapkan tampil lebih berani dan disiplin. Target lolos dari fase grup pun kini terasa lebih realistis.

(Tribunnews.com/Giri)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
35
23
7
5
67
26
41
76
2
Man. City
34
21
8
5
69
32
37
71
3
Manchester United
35
18
10
7
63
48
15
64
4
Liverpool
35
17
7
11
59
47
12
58
5
Aston Villa
35
17
7
11
48
44
4
58
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved