Futsal
Ranking Futsal Indonesia Tembus 14 Besar Dunia, Hector Souto Soroti Potensi Besar Garuda
Kenaikan ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia mendapat sorotan dari pelatih Hector Souto. Ia bangga dan mengajak semua pihak menyatukan visi.
Ringkasan Berita:
- Timnas futsal Indonesia naik ke peringkat 14 dunia ranking FIFA setelah menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026.
- Hector Souto menyebut pencapaian itu luar biasa karena diraih tanpa sistem kompetisi dan pembinaan nasional yang benar-benar kuat.
- Souto optimistis Indonesia bisa menjadi kekuatan besar futsal dunia jika seluruh elemen bersatu membangun sistem yang terstruktur.
TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia mendapat sorotan dari pelatih Hector Souto. Ia mengaku bangga, namun juga menegaskan masih banyak potensi yang perlu dioptimalkan dari Indonesia.
Timnas futsal Indonesia mencatat sejarah baru setelah naik ke peringkat 14 dunia dalam ranking futsal FIFA terbaru yang dirilis Jumat (8/5/2026).
Indonesia kini mengoleksi 1269,82 poin dan berhasil menembus jajaran elite dunia setelah sebelumnya berada di posisi ke-24 dengan 1190,97 poin.
Posisi terbaru ini menempatkan Timnas futsal Indonesia menjadi nomor dua di Asia Tenggara, di bawah Thailand yang menempati ranking 11 dengan 1354.78 poin.
Untuk kawasan Asia, Indonesia menempati empat besar, di bawah Iran (5), Thailand (11) dan Jepang yang hanya berjarak dua tingkat (12).
Pencapaian tersebut menjadi buah dari performa impresif skuad Garuda pada awal 2026, terutama saat melaju hingga final Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta.
Baca juga: Timnas Futsal Indonesia Resmi Tempati Ranking 14 Dunia, Naik 10 Tingkat
Meski bangga dengan pencapaian tersebut, Souto menegaskan bahwa ranking bukan satu-satunya ukuran kekuatan sebuah tim.
Namun, ia menganggap posisi Indonesia saat ini menjadi simbol besar dari potensi futsal nasional yang selama ini belum sepenuhnya tergarap.
"Masih adakah yang meragukan kekuatan futsal Indonesia? Hari ini kita mencapai peringkat 14 dunia di ranking FIFA. Sebuah pencapaian bersejarah bagi negara dan olahraga ini," tulis Souto dalam unggahan di Instagramnya.
"Sejujurnya, ranking bukanlah hal yang paling penting bagi saya. Terkadang ranking bersifat artifisial dan tidak selalu mencerminkan realitas sepenuhnya."
"Tetapi angka itu ada di sana, dan kita harus bangga dengan apa yang diwakilinya," lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Menurut Souto, keberhasilan Indonesia justru terasa lebih luar biasa karena diraih di tengah keterbatasan sistem pembinaan nasional.
Ia menilai futsal Indonesia belum memiliki kompetisi yang benar-benar terstruktur dan sistem deteksi bakat yang kuat.
"Karena kita berhasil sampai di titik ini hampir tanpa sistem kompetisi yang terstruktur, tanpa sistem nasional yang nyata untuk deteksi dan pengembangan talenta, dan hanya dengan turnamen-turnamen sporadis di berbagai daerah Indonesia," ujar Souto.
Ia juga menyoroti banyaknya talenta futsal Indonesia yang selama ini hilang di tengah jalan karena minim kesempatan berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RASAKAN-BANGGA-Pelatih-Timnas-Futsal-Indonesia-Hector-Souto.jpg)