Liga Italia
Buka Pintu Selebar-lebarnya, Claudio Ranieri Terbuka Jadi Pelatih Timnas Italia
Pelatih veteran nan legendaris di Negeri Pizza, Claudio Ranieri terbuka dan bersedia jika federasi menginginkannya menjadi pelatih Timnas Italia.
Ringkasan Berita:
- Pelatih veteran nan legendaris di Negeri Pizza, Claudio Ranieri terbuka dan bersedia jika federasi menginginkannya menjadi pelatih Timnas Italia.
- Ranieri pernah mendapat tawaran itu sebelumnya, namun ia menolak karena masih terikat kontrak dengan Roma, dan saat ini dia berada dalam kebebasan.
- Selain Claudio Ranieri, ada Antonio Conte yang juga terbuka dan bersedia untuk menjadi pelatih Gli Azzurri.
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih legendaris asal Negeri Pizza, Claudio Ranieri siap turun gunung jika dibutuhkan Federasi Sepak Bola Italia untuk menjadi allenatore timnas.
Belum lama ini, Ranieri masih bekerja untuk Roma. Ia menjabat sebagai pelatih kepala di tahun 2024 hingga musim panas 2025.
Di bawah kepemimpinannya, Roma yang sempat bersaing di papan tengah bahkan berada di urutan ke-16 mampu finis di peringkat 5 pada akhir klasemen.
Rasio kemenangan tim Serigala Ibukota dari 36 pertandingan mencapai 2,03 poin per laga.
Sukses dengan jangka pendek di Roma, Ranieri kemudian memberikan tongkat estafet kepelatihannya kepada Gasperini. Sedangkan dia didapuk sebagai konsultan klub.
Namun tidak bertahan lama sampai April 2026, dan kini ia sedang dalam masa kebebasan tanpa terikat kontrak.
Di sisi lain, timnas Italia tengah membutuhkan sosok yang bisa menjadi nahkoda karena selama ini berjalannya 'kapal' tanpa arah dengan hasil berupa kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, dan menjadi yang ketiga secara berturut-turut.
Italia adalah tim pemenang Piala Dunia pertama yang mencapai kegagalan tersebut.
"Sebelumnya saya menolak karena sudah punya pekerjaan, tetapi sekarang saya bebas," ucap Ranieri kepada Sky Sports, dilansir Football Italia.
"Jika dipanggil oleh negara, Anda harus mengatakan ya," tambahnya.
Sebagian pihak di Italia menilai Ranieri adalah sosok yang tepat berada di balik kemudi untuk mningkatkan performa timnas.
Pelatih berusia 74 tahun tersebut memiliki track record yang bagus selama berkarier di Italia.
Bahkan saat menjajaki kaki di tanah Inggris, ia mampu menyulap Leicester City menjadi raksasa dengan memenangkan trofi mahkota pada musim 2015/2016.
Banyak yang tidak menyangka Leiceter bisa keluar sebagai juara Liga Inggris di akhir musim pada saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ranieri-AS-Roma.jpg)