Michael Sianipar Soal Ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia: Ranking 14 Dunia, Strategi Harus Berbeda
tantangan untuk menembus jajaran 10 besar dunia akan semakin berat karena persaingan sudah berada di level elite global.
Michael Sianipar Soal Ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia: Peringkat 14 Dunia, Strategi Harus Berbeda
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia (AFI), Michael Victor Sianipar, mengaku bangga atas pencapaian Timnas futsal Indonesia yang kini menempati peringkat ke-14 FIFA.
Namun, di balik capaian tersebut, AFI menyadari tantangan untuk menembus jajaran 10 besar dunia akan semakin berat karena persaingan sudah berada di level elite global.
Michael menegaskan, peningkatan ranking FIFA tetap menjadi harapan bersama.
Ia mengingatkan bahwa mempertahankan tren positif dan naik ke level lebih tinggi membutuhkan strategi berbeda dibanding sebelumnya.
“Kita sangat bangga dengan pencapaian timnas mencapai peringkat 14 dunia. Tentu kita berharap dan optimistis bisa lebih tinggi lagi dengan kerja keras,” ujar Michael di Aryaduta Hotel, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Meski optimistis, Michael memilih realistis melihat persaingan futsal dunia.
Menurutnya, ketika sebuah negara sudah masuk 15 besar atau 20 besar dunia, peningkatan ranking tidak lagi mudah karena harus bersaing dengan negara-negara elite seperti Brasil, Argentina, Portugal, Spanyol, hingga Prancis.
“Kalau sudah di 15 besar atau 20 besar dunia, menaikkan ranking itu makin susah karena persaingannya sudah level elite global. Ada Brasil, Argentina, Rusia, Portugal, Prancis. Kalau kita mau masuk 10 besar dunia, kita harus geser negara seperti Prancis. Caranya? Kita harus serius berbenah,” terangnya.
Lebih lanjut, Michael menilai lompatan ranking futsal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir merupakan pencapaian luar biasa.
Dari posisi di kisaran 30 besar, Indonesia berhasil menembus 20 besar hingga kini bercokol di peringkat ke-14 dunia.
Namun, ia menekankan bahwa strategi yang sebelumnya membawa Indonesia ke posisi sekarang tidak bisa terus dipakai bila ingin kembali melompat ke level lebih tinggi.
“Dari ranking 30 ke 20 besar itu sudah loncatan besar. Dari 20 ke 14 dunia juga luar biasa. Tapi kalau mau naik lagi, strateginya harus berbeda. Tidak bisa dengan strategi yang sama,” ujarnya.
Salah satu fokus utama AFI saat ini adalah memperkuat ekosistem futsal nasional dengan membangun sinergi lebih erat bersama sepakbola.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LAGA-FINAL-Pelatih-Timnas-Futsal-Indonesia-Hector-Souto.jpg)