Piala Dunia 2026
Profil Tony Popovic, Pelatih yang Membawa Australia ke Piala Dunia 2026
Filosofi permainan Tony Popovic yang membawa Australia ke Piala Dunia 2026: Solid di pertahanan dan klinis di lini serang.
"Semua ciri khas performa psikologis yang kuat."
Dalam psikologi olahraga, ketangguhan mental didefinisikan sbagai kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan dan berkembang dalam situasi yang menantang.
Ketangguhan mental tersebut bukan hanya sifat individu, tetapi juga tim.
Keberhasilan Australia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 semata-mata bukan hanya tentang taktik dan kemampuan teknis, tetapi juga tentang disiplin, kepercayaan, dan ketahanan mental.
Itulah yang telah ditunjukkan oleh anak asuh Tony Popovic hingga melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Apa yang disampaikan Alberto sejalan dengan yang diutarakan Popovic pada awal tahun 2025 di masa-masa awalnya melatih timnas Australia.
Saat itu kondisinya para pemain Australia banyak yang mengalami cedera sehingga ia harus mencari pengganti yang sepadan, termasuk juga memilih dari skuad muda yang layak bermain dalam intensitas tinggi.
"Selalu ada bagian yang berbeda dalam ide dan gaya bermain dalam hal jenis pemain yang Anda miliki di posisi tertentu," beber Popovic, dilansir dari laman Soccerros.
"Kami percaya bahwa melakukan ini akan memungkinkan kami lolos ke Piala Dunia dan juga memberi kami kesempatan untuk membangun gaya bermain itu dan membawanya ke level tertinggi," akunya.
Formasi hanyalah bahasa formal yang tertera di atas keras, tetapi pada kenyataannya di lapangan semua bisa berubah menyesuaikan karateristik permainan dan lawan.
"Formasi hanyalah sesuatu di atas kertas. Kita tahu apa yang kita ingin dapatkan darinya dengan bola dan di mana kita benar-benar dapat mengeksploitasi lawan dengan memanfaatkan bakat yang kita miliki," ujarnya soal pembentukan tim Australia yang dia inginkan.
"Pada dasarnya, kita membangun serangan dalam formasi tiga bek. Kita membangun serangan dengan bek sayap di posisi tinggi, kita membangun serangan dengan pemain nomor 10 atau dua striker, yang bervariasi di pertandingan tertentu, kemudian kita mencoba menemukan ruang-ruang dan memberikan bola kepada pemain yang kita yakini sebagai pemain kreatif, dan mampu menempatkan lebih banyak pemain di kotak penalti karena hal itu. Jadi, itulah idenya," jelasnya Popovic soal ide permainannya.
Ia ingin menjadikan Australia sebagai tim yang sulit ditembus oleh lawan, dan juga memiliki lini serang yang efisien ketika mendapat kesempatan.
Namun untuk menunjang hal itu, dia butuh fondasi yang kuat agar semuanya berjalan seimbang.
"Ada banyak lapisan dalam gaya bermain yang ingin kami kembangkan, tetapi kami memahami ini adalah sepak bola internasional, bukan alasan kami tidak dapat menampilkan cukup banyak ide kami yang dapat ditunjukkan dalam pertandingan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pelatih-timnas-Australia-Tony-Popovic-saat-diwawancarai-jelang-lawan-Timnas-Indonesia.jpg)