Liga Italia
Pola Singkat Antonio Conte, Tak Ada Penggusur Posisi Juventus
Keputusan Antonio Conte meninggalkan Napoli setelah dua musim melatih membuat Juventus menjadi tim terlama yang ditangani sang juru taktik.
Ringkasan Berita:
- Keputusan Antonio Conte meninggalkan Napoli di akhir musim 2025/2026 membuatnya hanya bertahan dua musim saja selama menjadi pelatih Partenopei.
- Itu membuat Juventus menjadi tim terlama yang pernah ditangani Conte, yaitu selama tiga musim.
- Ia mengakhiri masa jabatannya dengan persembahakan satu trofi Super Coppa Italia dan Serie A.
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih kenamaan asal Italia, Antonio Conte, memutuskan meninggalkan Napoli di akhir musim 2025/2026.
Keputusan hengkangnya Conte dari Napoli barangkali menjadi sesuatu yang cukup mengejutkan.
Pasalnya nyaris tak ada friksi berarti antara Conte dan Napoli selama ia berada di sana.
Permasalahan malah terjadi di antara Conte dan salah satu pemainnya, Romelu Lukaku, yang tak puas dengan situasinya di tim.
Namun hal tersebut malah tak memberikan imbas kepada sang pemain hingga saat ini.
Baca juga: Tambahan Bumbu dari Resep Lama, Fabregas Ikuti Cara Conte di Como
Justru Conte yang angkat kaki duluan dari stadion Diego Maradona yang menjadi kebanggaan.
Perginya Conte dari Napoli di akhir musim ini membuat dirinya akan mengakhiri masa baktinya dengan dua trofi bersama Partenopei.
Sebuah trofi Liga Italia dan Super Coppa Italia menjadi persembahan sang pelatih kepada Partenopei.
Dengan berakhirnya masa kepelatihannya, ia tak akan bisa lagi menambah trofi di lemarinya bersama Napoli.
Pola Singkat Conte
Terlepas dari keputusan tersebut, ada sebuah pola yang terbentuk sepanjang karier kepelatihan Antonio Conte.
Bisa dibilang, ia menghabiskan sebagian besar karier melatihnya di sebuah tim hanya selama dua tahun lamanya.
Pengecualian terjadi bagi Juventus, yang notabene tim yang pernah ia bela selama kurang lebih 13 tahun lamanya.
Selama menjadi pelatih Juventus, ia mengabdikan diri bagi Si Nyonya Tua selama tiga tahun.
Ia mengawali perjalanannya sebagai juru taktik Juventus pada awal musim 2011/2012.
Conte menjalani total 133 pertandingan bersama Si Nyonya Tua dan mempersembahkan 3 trofi Scudetto secara beruntun.
Selain itu, ada juga trofi Super Coppa Italia yang dimenangkan selama dirinya berada di sana.
Awal mula karier melatih Conte berada di sebuah tim yang bernama Arezzo.
Ia menukangi Arezzo pada 1 Juli 2006 hingga 31 Oktober 2006 saja.
Setelah itu, ia hengkang menangani tim yang lebih besar, yaitu AS Bari.
Kebersamaannya bersama Bari hanya bertahan selama 2007 hingga 2009 saja.
Sebenarnya pada momen itu ia sudah diisukan bakal menjadi pelatih selanjutnya bagi Juventus.
Namun ternyata isu tersebut tak menjadi kenyataan.
Dirinya berlabuh ke Atalanta terlebih dahulu setelah meninggalkan Bari.
Bersama La Dea, ia menjalani 14 pertandingan saja dan mengantongi 1,82 poin secara rata-rata.
Meski tak memiliki rapor mentereng, AC Siena memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi pelatih.
Di tim inilah nama Conte mulai bersinar dan dikenal sebagai juru taktik mentereng.
Ia menukangi Siena kurang lebih satu musim saja.
Juventus pada akhirnya meminang Conte pada Juli 2011 untuk dijadikan pelatih baru.
Pada saat akan mengawali musim 2014, Juventus harus merelakan Conte yang dipinang Timnas Italia.
Tugas besarnya bersama Azzurri berakhir ketika mereka kandas di Euro 2016.
Italia saat itu kalah adu penalti dari Jerman yang membuat rasa tanggung jawab Conte muncul.
Ia mengundurkan diri dari kursinya sebagai pelatih Timnas Italia pada Juli 2016.
Antonio Conte kemudian melanjutkan karier sebagai pelatih Chelsea di Premier League selama dua musim antara tahun 2016 hingga 2018.
Ia akhirnya dipecat dan digantikan oleh sesama pelatih asal Italia, Maurizio Sarri.
Setelah mengambil jeda selama satu musim, Antonio Conte kembali melatih bersama Inter Milan pada tahun 2019.
Namun ia meninggalkan klub berjuluk Nerazzurri tersebut di tengah laporan adanya perselisihan dengan jajaran direksi.
Padahal itu tak berjarak lama setelah ia membawa tim meraih gelar Scudetto pada akhir musim keduanya sebagai pelatih.
Ia mengambil alih posisi pelatih kepala Tottenham Hotspur pada November 2021.
Masanya tak bertahan lama setelah secara kontroversial meninggalkan klub tersebut pada Maret 2023 karena kembali merasa frustrasi dengan jajaran petinggi klub.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antonio-conte-memberi-isyarat-di-laga-chelsea-vs-spurs.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.