Super League
Dedi Mulyadi Jalan Kaki hingga Singletan Belah Lautan Bobotoh Persib
Konvoi juara Persib melumpuhkan kota Bandung. Dedi Mulyadi sampai singletan dan berjalan kaki di tengah lautan Bobotoh.
Situasi itu membuat selebrasi pengangkatan trofi berlangsung di dua titik berbeda secara bersamaan.
Baca juga: Persib Bandung Hattrick Juara Liga 1, Haji Umuh Tegaskan Tak Ada Main Tangan dengan Wasit
Ribuan Personel Disiagakan
Kepadatan di pusat kota juga membuat banyak Bobotoh memilih berjalan kaki sejak pagi untuk menghindari kemacetan total.
Ajis (31), Bobotoh asal Tegallega, mengaku berjalan kaki sejak pukul 06.00 WIB demi mencapai lokasi konvoi.
"Saya jalan kaki dari Tegallega, hitung-hitung olahraga dan biar enggak kena macet parah. Terkait Persib, awalnya sempat pesimis tapi ternyata bisa juara," katanya dikutip Tribun Jabar.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, sebanyak 6.115 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Dinas Perhubungan (Dishub) disiagakan di sepanjang jalur konvoi.
Petugas terus mengimbau Bobotoh menjaga ketertiban, menggunakan helm, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak menggunakan kendaraan bak terbuka selama perayaan berlangsung.
Di tengah euforia yang melumpuhkan pusat kota itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan bonus Rp1 miliar sebagai apresiasi atas keberhasilan Persib meraih gelar juara tiga musim beruntun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-berjalan-kaki-di-tengah-kepadatan-Bobotoh-perayaan-juara-Persib-Bandung.jpg)